Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Program Studi Fisika UNCP Lakukan Simulasi Bencana di SMAN 12 Lutra

Foto bersama dengan Dekan Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) Ilmiati Illing, S. Si., M. Pd (kanan) dan Wakil Dekan Rahma Hi Manrulu, S. Si., M. Sc (kiri) usai penandatangan MoU antara Fakultas Sains dan SMA Negeri 12 Luwu Raya. (ist)

LUTRA, TEKAPE.co – Program Studi Fisika Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di SMAN 12 Luwu Utara (LUTRA), Kamis 10 Agustus 2023.

Adapun topik kegiatan tersebut yaitu mengenali potensi bencana dan bagaimana kita meminimalkan efek yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.

Dosen Fisika UNCP, Irwan Ramli pada kesempatan itu memaparkan cara menyikapi bencana.

“Bencana itu bukan hanya sekedar bencana, tetapi membawa beberapa manfaat seperti Sulawesi dan Kepulauan Maluku terbentuk dari dasar laut dan dibentuk oleh aktivitas tektonik yang intensif.”

“Proses ini menciptakan kondisi geologi yang unik, seperti kubah magma, zona subduksi, dan celah laut. Kondisi ini memungkinkan terjadinya deposit nikel,” ujar Irwan.

“Contoh lain etika gunung api meletus, elemen letusannya mengandung unsur seperti magnesium dan potasium yang baik untuk kesuburan tanah.” sambung lulusan Hokkaido University tersebut.

“Jadi bencana seperti gempa, tidak bisa cegah dan yang bisa kita lakukan yaitu mengenalinya dan meminimalkan efeknya,” pungkasnya.

Fitri Djusmi, dosen UNCP yang merupakan lulusan UGM ini memperkenalkan karakteristik bencana dan memaparkan materi terkait potensi gempa.

“Kita hidup diatas lempeng tektonik dan pulau Sulawesi ini terdiri dari beberapa patahan, salah satunya Sesar Palu Koro yang secara peta Geologi tidak jauh dari daerah Luwu Utara,” katanya.

“Keberadaan patahan-patahan tersebut menyebabkan potensi gempa yang tidak bisa kita prediksi kapan terjadi dan kita hanya bisa bersiap.” imbuhnya.

Sementara, dosen UNCP lainnya, Rahma Hi Manrulu menyampaikan bahwa bencana yang bisa saja terjadi kapan pun dan perlu kesiapan dan prosedur bagaimana menghadapinya.

“Jika terjadi gempa, jangan langsung lari keluar tetapi berlingdunglah di bawah meja. Jika guncangan telah berhenti barulah keluar dari ruangan atau gedung,” terangnya.

Kegiatan ini ditutup dengan simulsi menghadapi gempa dengan skenario tiba-tiba terjadi gempa dasyad, kemudian siswa berlindung dibawa meja dan setelah guncangan berakhir siswa keluar menuju titik kumpul mengikuti jalur evakuasi.

Adapun kegiatan simulasi dipandu oleh Dosen Fisika, Aryadi Nurfalaq

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatangan MoU antara Fakultas Sains dan SMA Negeri 12 Luwu Raya.

Saat ini Program studi fisika telah terakreditasi Baik Sekali dari Lamsama dan memiliki dosen alumni dari kampus ternama di Indonesia seperti UGM, UM dan alumni dari luar negeri. (rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini