Potensi Bisnis Besar, Tapi Pengelolaan Hotel di Morowali Jauh Tertinggal

MOROWALI, TEKAPE.co – Tingkat hunian hotel di Kabupaten Morowali cukup tinggi. Namun sayang, potensi perhotelan di Bumi Tepe Asa Moroso dinilai belum terkelola secara profesional dan modern.

Pengelolaannya masih sangat jauh tertinggal. Rata-rata pengelolaannya masih manajemen kekeluargaan.

Hal itu disampaikan Konsultan Mitra Hospitality Indonesia (HMI), Anwar Rizal A MP, saat berbincang dengan wartawan Tekape.co, di Bungku, Jumat malam.

Ia membeberkan hasil penelusurannya, bahwa tak ada satupun hotel di Morowali yang pengelolaannya berstandar, nasional, apalagi international.

“Rata-rata usaha hotel di Morowali dikelola dengan menggunakan sistem keluarga. Padahal Morowali sebagai daerah investasi tambang terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah, memiliki kunjungan mencapai 200 orang per hari, tapi sayang sektor perhotelan tidak terkelola secara profesional,” ujar Anwar Rizal.

Sebagai profesional yang bergerak di bidang pengembangan usaha perhotelan dan wisata, pihaknya siap membantu pengusaha hotel di Morowali menghadirkan sistem pengelolaan yang bertaraf internasional.

Ia berharap, hotel-hotel di Morowali lebih cantik, dengan menghadirkan service atau layanan yang excellent, setidaknya setara hotel berbintang 4.

Lebih jauh, Anwar Rizal, mengemukakan sejumlah keuntungan diperoleh pengusaha apabila hotelnya di-upgrade atau di-manage MHI, yaitu hotel akan dikelola profesional, jaringan pemasaran (promosi) semakin kuat dan luas, owner tidak perlu cemas. Sebab hotelnya ditangani para profesional, pengadaan barang operasional hotel semakin mudah, serta pembelian barang kebutuhan hotel bisa lebih ekonomis.

“Okupansi hotel di Morowali sangat tinggi. Untuk itu, para tamu yang datang, terutama para investor, perlu dijamu dengan sebaik mungkin. Usaha perhotelan bisa menjadi salah-satu penyumbang pendapatan yang tidak sedikit nilainya, asal dikelola secara tepat,” kunci Anwar Rizal. (UCI/FID)

Komentar