oleh

Polda Sulsel Kerahkan 3.493 Personelnya Amankan 282 Gereja 129 Obyek Wisata Saat Nataru

MAKASSAR, TEKAPE.co – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai mempersiapkan skema pengamanan.

Mulai dari pelibatan personel, peralatan hingga lokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam momen tahunan ini, ada ribuan personel gabungan yang bakal disiagakan dalam sandi Operasi Lilin.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana mengatakan, kesiapan pengamanan telah dibahas dalam rapat kordinasi Pengamanan Nataru.

“Kita akan (sudah siap) melaksanakan beberapa kegiatan-kegiatan pengamanan Natal dan tahun baru,” ujar Kombes Pol Komang saat diwawancara, Rabu (13/12/2023) sore.

Adapun titik fokus pengamanan Nataru, kata Komang dilakukan di tempat ibadah, tempat wisata.

Selain itu, titik-titik keramaian seperti bandara, pelabuhan, terminal, hotel, pusat perbelanjaan juga akan dijaga.

Bahkan, jalan-jalan yang rawan terjadi kemacetan, tidak luput dari pantauan petugas yang tergabung dalam Operasi Lilin tahun ini.

Tercatat, ada sekitar 828 gereja yang tersebar di beberapa kabupaten kota di Sulsel.

Sementara, lokasi wisata yang berpotensi dikunjungi warga merayakan libur tahun baru, sebanyak 129 titik.

“Pengamanan ini dilakukan agar masyarakat nyaman dalam beribadah, liburan Natal hingga tahun baru,” ujar Komang.

Khusus tempat ibadah kata dia, nantinya akan dilakukan sterilisasi lebih dahulu oleh Tim Gegana Brimob Polda Sulsel.

“Pertama itu kita akan melakukan sterilisasi, bukan saja di Gereja tapi juga tempat-tempat keramaian atau tempat wisata akan kita amankan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan pengamanan Nataru ini terdapat 3.493 personel gabungan akan dikerahkan.

Dari Polda Sulsel sebanyak 1.806 personel, dengan rincian Satgas Polda Sulsel 421 personel, dan Polres jajaran Polda Sulsel sebanyak 1.385 personel.

Sementara dari instansi terkait melibatkan sebanyak 1.687 personel.

Selain itu, Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan) dan Pos Terpadu juga akan dibentuk.

Untuk Pospam menurut Komang, memiliki tugas pokok melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas.

Sedangkan Posyan bertugas melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun terminal, bandara, dan lainnya.

“Kalau pos terpadu sendiri tugas pokoknya melaksanakan pengamanan, pendataan, kontrol dan anev terkait pelaksanaan pengamanan serta koordinasi dengan stakeholder,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Polda Sulsel juga telah memetakan potensi gangguan atau ancaman yang bisa saja terjadi.

Diantaranya ancaman terorisme, aksi pencurian kendaraan bermotor, balapan liar, perkelahian kelompok, peredaran narkoba, hingga penyalahgunaan petasan.

“Termasuk masalah bencana alam mengingat sudah memasuki musim penghujan yang memungkinkan terjadinya banjir dan tanah longsor,” jelasnya.

Operasi pengamanan Nataru atau Operasi Lilin 2023 akan digelar selama 12 hari.

Mulai dari tanggal 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024.

Pengecekan dan persiapan personel akan digelar dalam Apel Gelar Pasukan yang dilaksanakan secara serentak pada Kamis, 21 Desember 2023.

“Untuk wilayah Kota Makassar seperti Polda, Polrestabes dan Polres Pelabuhan akan melaksanakan apel di Lapangan Karebosi,” tuturnya.(*)

Komentar