oleh

OPINI: Hardiknas Untuk Pendidikan Lebih Berkemajuan

Oleh: Adi Suprah
*Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Palopo

HARI Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei. Tahun ini, peringatan Hari Pendidikan Nasional jatuh pada Selasa, 2 Mei 2023.

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk karakter seseorang dan membangun masa depan bangsa.

Oleh karena itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi momentum bagi seluruh stakeholder pendidikan untuk merefleksikan dan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia.

Di masa pandemi COVID-19, pendidikan di Indonesia mengalami berbagai tantangan seperti pembelajaran jarak jauh yang tidak merata, akses internet yang terbatas, dan kurangnya pelatihan bagi para guru.

Oleh karena itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini harus menjadi momen untuk mengajak seluruh stakeholder pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia.

Pendidikan berkarakter harus menjadi fokus utama dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Karakter yang baik, seperti memiliki moral yang tinggi, kedisiplinan, dan tanggung jawab, sangat penting bagi anak didik dalam membentuk kepribadian mereka. Oleh karena itu, pendidikan berkarakter harus menjadi prioritas bagi para pendidik di Indonesia.

Tidak hanya itu, peningkatan kualitas guru juga menjadi hal yang sangat penting dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Para guru harus mampu mengadaptasi kurikulum yang relevan dan memenuhi kebutuhan pasar kerja, serta memanfaatkan teknologi dan sumber daya pendidikan yang tersedia dengan baik.

Keterlibatan pemerintah juga sangat penting dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Pemerintah harus memberikan perhatian dan dukungan yang cukup bagi pendidikan, seperti menambah anggaran pendidikan dan menetapkan kebijakan yang jelas dan konsisten.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, kita harus bersama-sama mengambil peran untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia. Semoga peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini dapat menjadi awal yang baik bagi upaya-upaya pembenahan pendidikan di Indonesia dan mewujudkan Indonesia yang maju melalui pendidikan berkarakter.

Problem Sistem Pendidikan di Indonesia

Sistem pendidikan di Indonesia dapat penulis katakan jauh dari kata baik, hal itu karena sistem pendidikan yang kerap berubah-ubah tiap pergantian rezim kepemimpinan. Bahkan hal itu sering diistilahkan “ganti rezim, ganti mentri, ganti sistem pendidikan.” Jadi sistem pendidikan yang kurang baik dan selalu berganti-ganti tersebut selalu menuai polemik dan tak jarang mendapatkan kritik keras dari aktivis pendidikan.

Mana lagi sistem pendidikan kadang kurang sesuai dengan kebutuhan anak didik. Hal tersebut dapat dilihat ketika banyaknya lulusan sekolah yang kurang keahlian saat di dunia kerja, sehingga terbentuk golongan baru di masyarakat yaitu ‘orang terdidik yang menganggur’.

Sistem pendidikan di Indonesia juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Di sisi positif, Indonesia memiliki sejumlah sekolah dan universitas yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang kompeten.

Selain itu, upaya untuk meningkatkan akses pendidikan di Indonesia juga terus dilakukan, seperti dengan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang membantu biaya pendidikan siswa dari keluarga yang kurang mampu.

Namun, di sisi lain, sistem pendidikan Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah masalah dan tantangan. Salah satunya adalah kesenjangan kualitas antara sekolah di perkotaan dan di pedesaan, serta antara sekolah negeri dan swasta.

Selain itu, masih banyak sekolah di Indonesia yang tidak memenuhi standar pendidikan, baik dari segi sarana dan prasarana, kualitas guru, maupun kurikulum yang diimplementasikan.

Masalah lain yang dihadapi oleh sistem pendidikan Indonesia adalah kurangnya relevansi antara kurikulum yang diajarkan dan kebutuhan pelajar. Kurikulum yang terlalu teoritis dan kurang praktis dapat menyebabkan lulusan sulit beradaptasi dengan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Selain itu, masih banyak lulusan yang menganggur atau bekerja di luar bidang pendidikan mereka karena kurangnya kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki dengan tuntutan pasar kerja.

Tantangan lain yang dihadapi oleh sistem pendidikan Indonesia adalah kurangnya dukungan dan perhatian dari pemerintah. Anggaran pendidikan yang masih rendah serta kurangnya kebijakan yang jelas dan konsisten dapat menghambat perkembangan pendidikan di Indonesia.

Dalam hal ini, perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia agar dapat lebih baik lagi. Upaya ini dapat meliputi peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualitas guru, pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja, serta peningkatan anggaran dan perhatian dari pemerintah untuk pendidikan.

Guru malas mengajar, siswa malas belajar. Kata-kata tersebut mungkin sangat miris bila benar-benar terjadi di sekolah-sekolah sekarang.

Bila benar terjadi, mungkin salah satu penyebabnya adalah guru tak punya ruang dan kesempatan atau bahkan kurang kreatif dan efektif dalam proses mengajarnya, guru kurang leluasa untuk berkreasi dalam menentukan kebijakan mengajarnya karena dibatasi oleh sistem pendidikan yang kaku, dan kesejahteraan ekonomi guru yang fluktuatif sehingga guru kurang fokus dalam mengajar.

Penyebab lainnya adalah siswa atau peserta didik yang bosan dengan belajar di sekolah, karena menilai bahwa belajar di media internet lebih asik ketimbang belajar di sekolah.

Penulis meyakini pendidikan bukan hanya proses transfer ilmu dan pengetahuan, melainkan juga proses transfer nilai. Nilai berperan penting dalam membentuk karakter seseorang dalam tahapan belajarnya.

Guru Sebagai Aset Utama pendidikan

Guru adalah aset utama dalam pendidikan. Mereka memiliki peran penting dalam membentuk karakter, meningkatkan pengetahuan, dan membantu anak didik mencapai potensi terbaik mereka.

Guru adalah sumber pengetahuan dan inspirasi bagi anak didik, serta berperan dalam membentuk generasi yang lebih cerdas dan beretika.

Peran guru sangat penting dalam membangun fondasi pendidikan yang kuat bagi masa depan bangsa. Melalui pengajaran, bimbingan, dan dukungan yang mereka berikan, guru membantu anak didik mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk sukses dalam hidup.

Guru juga berperan sebagai panutan dan teladan bagi anak didik. Mereka tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga membantu membentuk karakter dan moral anak didik.

Oleh karena itu, peran guru dalam pendidikan sangat penting dalam membentuk warga negara yang baik, beretika, dan bertanggung jawab.

Untuk memenuhi tuntutan tugasnya, guru juga membutuhkan dukungan dan pengembangan profesional yang memadai. Guru harus memiliki kualifikasi pendidikan yang memadai, keterampilan dan pengetahuan yang luas, serta komitmen yang kuat terhadap tugas mereka.

Dalam konteks Indonesia, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh para guru. Beberapa di antaranya adalah kesenjangan kualitas antara guru di perkotaan dan pedesaan, kurangnya akses pelatihan dan pengembangan profesional, serta kurangnya dukungan dan pengakuan dari pemerintah.

Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan kualitas dan akses pelatihan bagi para guru, meningkatkan status dan pengakuan sosial profesi guru, serta memberikan insentif dan penghargaan bagi guru yang berkinerja baik.

Dengan demikian, para guru akan dapat lebih mudah membantu membentuk karakter anak didik dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pendidikan di Indonesia.

Namun pada saat ini, profesi guru sepertinya masi dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Tak jarang guru juga mendapatkan perlakuan diskriminatif oleh orang tua anak didiknya. Ada juga guru yang ditahan Polisi akibat mencubiti anak didiknya yang terbukti melanggar atau nakal ei sekolahnya.

Hal tersebut terjadi karena semakin kurngnya penghormatan dan penghargaan terhadap jasa guru oleh masyarakat dan bahkan anak didiknya sendiri.

Kesejahteraan guru sebagai pendidik utama di sekolah perlu untuk ditingkatkan lagi, khususnya gaji guru di sekolah baik guru tetap maupun guru honorer. Apabila hal seputar ekonomi guru sudah sejahtera dan terjamin, penulis meyakini guru akan lebih fokus untuk mengajar dan mendidik di sekolah tanpa harus takut dengan kondisi ekonomi mereka.

Guru pun akan lebih dapat leluasa untuk mengajar dengan kreativitas dan inovasinya sehingga kualitas anak didiknya pun juga akan lebih baik.

Pendidikan Luar Kelas sebagai Solusi

Salah satu solusi yang penulis yakini untuk menambah kualitas pendidikan di Indonesia dan membuat proses belajar dan menambah pengetahuan dan pengalaman lebih asik dan menyenangkan adalah proses pendidikan di luar kelas atau di luar sekolah.

Pendidikan luar kelas kini lebih banyak diminati oleh pelajar karena tidak terikat oleh sistem pendidikan yang ada, sehingga pendidikan luar kelas dapat dengan leluasa membentuk dan merancang sistem pendidikan dan silabus belajar yang sesuai dengan kebutuhan pelajar dan perkembangan zaman.

Pendidikan luar kelas dapat kita temui di mana saja yang berbentuk sebuah komunitas belajar ataupun organisasi yang orientasinya kepada pelajar atau mahasiswa. Pendidikan luar kelas merupakan kegiatan belajar di luar waktu sekolah dan tanpa mengganggu proses belajarnya di sekolah, penting untuk diikuti oleh setiap pelajar.

Selain menajamkan ilmu yang di dapatkan selama di sekolah, pendidikan luar kelas juga memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk mengimplementasikan ilmunya dengan banyak pengalaman yng baru.

Komunitas belajar atau organisasi yang berorientasikan pelajar di Indonesia tak susah untuk di jumpai. Organisasi ekstra yang orientasinya pada pelajar, contohnya adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Persatuan Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU), Siswa Pecinta Alam (Sispala) dan banyak lagi organisasi serta komunitas yang membantu mengembangkan pengetahuan dan pengalaman para pelajar. (*)

Komentar