Mengenal Sosok Arfan Basmin, Sang Anak Bupati yang Maju Pilkades

Desa, Sosok7.6K,000

LUWU, TEKAPE.co – Terlahir dalam keluarga kalangan orang terpandang, dan dalam lingkungan pejabat, membuat seseorang seringkali dianggap memiliki gaya hidup yang mewah, namun berbeda dengan Muhammad Arfan Basmin.

Meski umumnya anak pejabat menjalani hidup glamor, ada juga yang memilih untuk tetap hidup sederhana dan mandiri.

Anak ke 3 Bupati Luwu Basmin Mattayang, Muhammad Arfan Basmin, ini memilih hidup sederhana dan tetap humble.

Meski sang ayah menjabat Bupati Luwu, Arfan, memilih hidup sederhana. Ia lebih suka tampil sederhana dan bergaul dengan siapapun, tanpa membeda-membedakan.

Sosok yang senantiasa tampil sederhana dan humanis ini dikenal berjiwa mandiri dan pekerja keras, tanpa membawa nama orang tua dalam melakoni kehidupannya sehari-hari.

Bahkan, ia lebih memilih hidup mandiri. Selain itu, Ia juga dikenal sebagai pribadi yang ramah dan cerdas.

“Inilah prinsip saya dari dulu tidak berubah. Faktor kebiasaan seperti ini bisa bersama masyarakat saya lebih senang. Ini sudah saya lakukan jauh sebelum orang tua saya menjadi Bupati,” ujar Arfan Basmin, yang ditemui saat membantu warga membuat Pincara Persiapan FKN 2019, bersama warga Desa Senga Selatan, Selasa 3 September 2019.

Menurut Arfan, memilih hidup yang biasa biasa saja membuat dirinya lebih nyaman, serta banyak ilmu yang di dapatkan dengan bergaul dengan masyarakat.

Selain itu, yang utama baginya, antara masyarakat dan keluarga, semuanya sama tanpa membeda bedakan.

“Saya lebih senang seperti ini. Karena saya juga perantau yang kebanyakan hidup bersama dengan masyarakat yang berbeda suku, agama, sudah terbiasa. Saya lebih nyaman dengan masyarakat, dimana pun tempatnya. Orang tidak perlu nilai dari latar belakang kita,” tuturnya.

Arfan Basmin, saat membantu warga membuat Pincara Persiapan Maccera Tasi dalam rangkaian FKN 2019 di Luwu, bersama warga Desa Senga Selatan, Selasa 3 September 2019.

Di balik keederhanaanya, Putra Bupati Luwu yang dalam kesehariannya menggeluti pengembangan SDM ini, tak gengsi memilih maju sebagai Calon Kepala Desa di Desa Senga Selatan, Kabupaten Luwu.

Ia mengatakan, dirinya maju sebagai Kepala Desa lantaran dorongan dari masyarakat.

“Esensi sebuah pengabdian di masyarakat itu ada pada tingkatan Desa. Karena dorongan masyarakat di Desa Senga Selatan itulah, yang membuat saya maju sebagai Calon Kepala Desa. Bagi saya dimanapun tampatnya, asalkan untuk masyarakat, saya siap. Kalau pun ada pemilihan Kepala Dusun, saya siap maju,” ungkapnya.

Kematangan dalam dunia politik, menurut Arfan, adalah memberi asas manfaat bagi orang banyak.

Bukan kemudian anak pejabat harus memilih milih jabatan, karena gengsi dan berkelas. Hal itu bagi dirinya tidak berlaku.

“Jangan karena kita anak pejabat, kemudian memilih milih tempat ruang pengabdian karena Menjaga Gengsi. Saya di sini tidak seperti itu. Harus di balik pola pikirnya, jabatan itu bukan buat menjaga gengsi tetapi digunakan sebaik baiknya untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya. (ham)

Komentar