oleh

Didik Karakter Siswa, SMKN 1 Petasia Programkan Pendidikan Keluarga

MOROWALI UTARA, TEKAPE.co — Berbagai inovasi dilakukan sekolah guna meningkatkan karakter bagi peserta didiknya, salah satunya melaui pendidikan keluarga. SMK Negeri 1 Petasia selama dua tahun terakhir ini terus genjot peran keluarga dalam membangun karakter peserta didiknya. Dengan adanya peran keluarga di dalam mendidik anak, dinilai mampu memberikan penguatan terhadap karakter anak.

Pembawa materi Yuber Habibu S.Pd M.Pd mewaliki Dinas pendidikan mengungkapkan apa yang dilakukan SMKN 1 Petasia patut dicontoh oleh sekolah lainnya. Penerapan sekolah berbasis pendidikan keluarga menjadi jembatan penting antara sekolah dengan orang tua dalam mendidik anak menuju kearah yang lebih baik.

“Karena kita mulai prihatin dengan kondisi peserta didik kita saat ini. Itu dipengaruhi juga oleh perhatian orang tua yang kurang terhadap anak mereka. Padahal keberhasilan anak bukan hanya dipengaruhi oleh sekolahnya. Namun bagaimana peran orang tua dalam membimbing anak menuju ke masa depan yang lebih baik lagi. Sebab waktu anak di rumah lebih banyak dibandingkan di sekolah. Sehingga orang tua lebih banyak berinteraksi dengan anak,” kata Yuber Habibu usai membuka sosialisasi penguatan kapasitas orang tua dalam program pendidikan keluarga di SMKN 1 Petasia, belum lama ini.

Sementara Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau kepada seluruh Sekolah yang ada di Morowali Utara untuk terus berupaya sosialisasikan pentingnya pendidikan keluarga kepada orang peserta didik. Sosialisasi dilakukan yakni dalam bentuk pertemuan antara pihak sekolah dengan orang peserta didik.

“Melalui kegiatan pendidikan keluarga di sekolah, diharapkan rencana Kemendikbud untuk menciptakan konsep pendidikan berdasarkan kemitraan terutama dari orang tua untuk membentuk dan memperkuat karakter siswa tercapai,” imbaunya.

Kepala SMKN 1 Petasia Muhammad Ramli S.Pd MM menyebutkan, bahwa arah pendidikan dalam membangun karakter yang diterapkan SMKN 1 Petasia sejak dua tahun terakhir sudah bersama-sama dengan orang tua.

“Kita ingin menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam diri peserta didik kami. Sehingga berpengaruh terhadap tiga aspek utama dalam diri mereka, yaitu dari aspek pribadi, moral, dan sosial,” kata Ramli, baru baru ini.

Dilanjutkan Ramli, keluarga adalah tempat awal pendidikan dimulai. Sebab, pendidikan moral dalam keluarga tidak hanya berisi penyampaian mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Namun dengan adanya pendidikan keluarga, tentu akan menciptakan generasi yang berguna tidak hanya bagi dirinya sendiri, namun juga bagi lingkup sosial yang lebih besar.

“Langkah-langkah kita selanjutnya terus memberikan pendampingan kepada peserta didik kita. Dengan selalu menggandeng orang tua. Jadi ketika ada peserta didik kita yang memiliki kepribadian tidak baik, maka kita meminta keluarga untuk melakukan pembinaan secara bersama-sama. Sehingga orang tua pun tahu bagaimana kondisi anak mereka serta mampu memberikan komunikasi yang baik agar pribadi anak tersebut berubah. Nanti setelah anak tersebut menjadi pribadi yang sudah baik, maka kami sekolah akan kembali menerima anak tersebut dengan pendampingan selanjutnya,” tandasnya.

Sementara Ketua Komite, Raimon Monsangi, S.E mengaku, selaku perwakilan orang tua tentu sangat setuju dengan program pendidikan keluarga. Sebab kata dia, besar harapan program pendidikan keluarga ini mampu terjalin kebersamaan dan keberagaman antara siswa, guru dan orang tua untuk terus menjalin kerjasama dan hubungan yang lebih baik.

“Peran keluarga sebagai tempat awal terbentuknya karakter anak sangatlah penting untuk diperhatikan. Terlebih untuk orang tua. Meskipun anak juga mendapatkan pendidikan di sekolah maupun masyarakat tetapi pendidikan didalam keluargalah yang paling utama untuk membentuk karakter anak menjadi lebih baik. Salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah memperbaiki intonasi ketika menyampaikan sesuatu kepada anak, untuk menciptakan anak yang berakhlak baik,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kegiatan pendidikan keluarga di SMK Negeri 1 Petasia, Kabupaten Morowali Utara dibagi dalam dua kelas, yaitu kelas khusus orang tua dan kelas peserta didik. adapun Kelas khusus orang tua diselenggarakan dengan kegiatan “Penguatan Kapasitas Orang Tua” dengan menghadirkan narasumber dari: 1.Juber Habibu, S.Pd. M.Pd, 2. Bernoulli Tanari, SPd. M.Pd, dan mengundang orang tua siswa sebanyak 75 orang, termasuk Ketua Komite Sekolah SMK Negeri 1 Petasia, Raimon Monsangi, S.E.

Sedangkan kegiatan kelas siswa meliputi, Sosialisasi Program Pendidikan Anak dan Remaja, Kegiaran Peningkatan Kompetensi Personal dan Sosial, Kelas Inspirasi, Program Tutor Teman Sebaya, Penguat Minat dan Bakat, serta Kegiatan Bakti Sosial oleh siswa yang dilaksanakan di rumah-rumah ibadah selama sehari. adapun pemateri dalam kelas siswa ini yakni, Hj. Nurjannah, S.Pd, Ibrahim Moh. Amin, S.T, Nasrullah Natsir, S.T.

Dalam kegiatan ini, SMKN 1 Petasia mengadakan program penguatan pendidikan keluarga yang meliput berbagai kegiatan. Seperti sosialisasi program pendidikan anak dan remaja, penguatan kapasitas orang tua, pengingkatan komptensi personal dan sosial, pelaksanaan tutor teman sebaya (Buddy System), kegiatan penguatan bakat dan minat, kegiatan sosial dan kemasyarakatan baik di lingkungan satuan pendidikan maupun di masyarakat dalam hal ini peserta didik berkunjung ke salah satu panti asuhan. (fid)

Komentar

Berita Terkait