oleh

AKBP Hasan Dicopot Jabatannya Karena Wanita, Pakai Rumdis Untuk Hal Tak Wajar

MEDAN, TEKAPE.co – AKBP M Hasan dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Batanghari, Polda Jambi akibat laporan seorang wanita. Karirnya kini meredup.

Menurut wanita yang melaporkan AKBP M Hasan, Kapolres Batanghari itu dituding menyalahgunakan rumah dinas Kapolres untuk sesuatu yang tidak wajar.

AKBP M Hasan dimutasi ke Pelayanan Markas Besar atau Yanma Polri karena kasus yang tidak sedap.

Sebelumnya atas laporan tersebut, AKBP M Hassan telah menjalani sidang disiplin yang dilaksanakan oleh Polda Jambi.

Hal yang tidak wajar dimaksud, tidak dijelaskan secara rinci oleh Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Mulia Prianto.

“Yang bersangkutan sudah diberi sanksi disiplin, berupa teguran tertulis dan penundaan untuk mengikuti pendidikan,” katanya, Selasa 27 September 2022.

AKBP Mochamad Hasan adalah Kapolres Batanghari.

Lulusan Akpol 2002 ini menggantikan AKBP Heru Ekwanto yang menjadi Rolog Mabes Polri Jambi.

Saat pertama kali mengadu nasib jadi polisi, lelaki kelahiran Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, harus menunda mimpinya setahun.

Setelah lulus SMA pada tahun 1998, Mohamed Hassan mengikuti ujian di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), tetapi terhalang dalam ujian akademi militer tingkat menengah.

Meski tidak berhasil, Hasan tidak menyerah. Dia mempersiapkan lebih keras untuk ujian tahun berikutnya. Ia terus berlatih, belajar, dan memohon restu orang tuanya

Hasan memang mengawali karirnya sebagai perwira pertama di Polres Jayawijaya Polda Papua, persis pada 2003.

Setahun kemudian, di tahun 2004, dia menjabat Kapolsek KPPP Udara Polres Jayapura.

Pada tahun 2006, pangkat Hasan naik satu tingkat menjadi Inspektur satu (Iptu). Enam bulan setelah kenaikan pangkat, dia dapat promosi menjadi Kanit 1 Sat 1 Ditnarkoba Polda Papua.

Di tahun 2007, Hasan dapat promosi ia diangkat sebagai Kasat Reskrim Polres Sorong. Jabatan ini berakhir di 2008 lantaran namanya masuk daftar PAMA PTIK Mabes Polri.

Dua tahun kemudian, Hasan naik pangkat satu tingkat menjadi Ajun Komisaris Polisi (AKP). Dua pekan memikul pangkat baru, dia dinyatakan lulus PTIK.

Di tahun yang sama, Hasan kembali mendapat promosi jabatan lagi sebagai Kapolsekta Wajo KPPP Makassar, Polwiltabes Makassar, Polda Sulawesi Selatan.

Setahun kemudian, Hasan menjabat Wakapolsek Panakukang, Polrestabes Makassar. Cuma empat bulan menjabat, Hasan masuk Polres Palopo sebagai Kasat Lantas.

Pada 2012, Hasan menjadi Pama Akpol. Dua bulan selanjutnya, dia menjabat Kasatar Korbintarsis Ditbintarlat Akpol.

Di tahun 2013, dia dipercaya sebagai Bhayangkara Penyelia Administrasi Akpol.

Karir Hasan makin moncer, ditahun yang sama, dia mendapat kepercayaan menjadi Dosen Muda Akpol Lemdikpol. Baru dua bulan sebagai dosen, pangkatnya naik menjadi Komisaris Polisi (Kompol).

Persis 27 April 2015, Kapolri memberikan amanah ia untuk menjabat Kasat Lantas Polresta Medan, Polda Sumatera Utara.

Enam bulan menjabat, dia masuk Polda Sumatera Utara sebagai Pamen Rorena. Setahun kemudian, masuk Mabes Polri sebagai Pamen Lemdiklat Setukpa.

Pada 27 Desember 2016, Hasan dipercaya sebagai Gadik Muda Setukpa Lemdiklat Polri. Disini, dia menghabiskan waktu empat tahun sebelum akhirnya masuk Polda Jambi hingga 2020 ia lulus Sespimen.

Sebulan kemudian dia dapat amanah menjabat Kasubdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Jambi. Tanggal 1 Januari 2021 bahu Hasan dapat tambahan satu melati.

Tiga bulan setelah itu (15 April 2021) Hasan mendapat jabatan baru sebagai Kasubdit 2 Harda Ditreskrimum Polda Jambi dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). (*)



RajaBackLink.com

Komentar