oleh

Akademisi: Makmur Mustakim Punya Potensi Keterpilihan Sangat Besar Pimpin Takalar

TAKALAR, TEKAPE.co – Sejumlah partai politik (parpol) di Takalar sudah mulai mencari dan menjajaki nama-nama tokoh yang dinilai potensial untuk diusung sebagai pasangan calon bupati-wakil bupati pada Pilkada Takalar 2024.

Salah seorang figur muda Takalar yang muncul sebagai kandidat Bupati Takalar adalah Makmur Mustakim Dg Lewa.

Dg Lewa, sapaan Makmur Mustakim (MM), dinilai punya potensi keterpilihan menjadi Bupati Takalar sangat besar.

Akademisi Unismuh Makassar, Ir Arsyad ST MT, mengatakan politisi seperti Makmur Mustakim adalah salah satu figur putra asli Takalar yang memiliki potensi keterpilihan sangat besar, dikarenakan sudah memiliki pengalaman politik, yakni dua periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Takalar.

Arsyad menilai, MM cakap dalam membangun komunikasi dengan para elit partai politik. Satu sisi tidak hanya punya keunggulan figur pribadi. Tapi dapat merepresentasikan dukungan politik tertentu dari partai yang berhasil dia yakinkan.

Sehingga menurut Arsyad, figur Makmur Mustakim, pertama dapat mewujudkan pemerintahan yang efektif, bersih dan demokratis melalui penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, aspiratif, partisipatif, dan transparan.

Kedua meningkatkan kebersamaan dan kerjasama antara pemerintah pelaku
usaha dan kelompok-kelompok masyarakat untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan sumberdaya daerah yang berpijak pada pemberdayaan masyarakat, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.

Selain itu, Arsyad menilai MM memiliki pemikiran-pemikiran sangat kompleks dalam membangunan Takalar. Dimana untuk menghadapi berbagai tantangan dan ancaman masa depan, Daeng Lewa pernah mengatakan, bahwa seorang pemimpin masa depan Indonesia harus berpegang pada tiga pilar, yaitu mutlak berbasis kebangsaan, memiliki wawasan geopolitik, serta berpikir dan bertindak secara strategis.

Namun demikian, lanjut dia, kemajuan di bidang teknologi komunikasi dan informatika, seharusnya tidak menggeser atau bahkan menghapus  nilai-nilai luhur Pancasila.

Alasannya adalah munculnya fenomena di medsos terkait sikap permisif terhadap nilai-nilai perilaku yang tidak sesuai dengan Pancasila, dan itu telah terjadi pada saat sekarang.

Kemajuan di bidang artificial intelligence dalam kehidupan masyarakat Indonesia, hendaknya juga diantisipasi dampak negatifnya. Indonesia tidak dapat menghindarkan diri tetapi juga tidak bisa larut.

Sila-sila Pancasila harus semakin tampak dalam penggunaan artificial intelligence di berbagai bidang, dan itu tergantung pada pemimpin masa depan Indonesia.

Oleh karena itu, agar Pancasila sebagai ideologi, dasar negara ataupun falsafah kehidupan bangsa, harus semakin dirasakan nilai-nilainya pada masa itu. Pancasila tidak hanya sebatas pada pemahaman saja, Nilai-nilai  luhur Pancasila harus berbentuk, berwujud dan berketahanan.

“Pemikiran seperti ini yang pernah dilontarkan Makmur Mustakim adalah pemikiran seorang pemimpin yang memiliki visi misi yang jelas, bukan hanya menyentuh untuk skala lokal, akan tetapi skala Nasional juga. Dan sangat jarang bakal calon bupati yang memiliki potensi seperti Makmur Mustakim,” tandas Arsyad.

Dengan pemikiran Dg Lewa, Arsyad sangat yakin ketika MM terpilih menjadi Bupati Takalar, maka Takalar akan semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera.

Diketahui, saat ini Makmur Mustakim telah mendaftar di tiga partai, yakni PDIP, PKB, dan Nasdem. (*)



RajaBackLink.com

Komentar