oleh

Zainab: Bahasa Asing Jadi Ancaman Bahasa Indonesia

Pada penyuluhan bahasa bagi guru non bahasa di MTs dan MA yang digelar Balai Bahasa Sulsel di Makassar. 

MAKASSAR, TEKAPE.co — Balai Bahasa Sulawesi Selatan menyelenggarakan Penyuluhan Bahasa Bagi Guru Non Bahasa Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah di Kantor Balai Bahasa, Selasa, 01/11/2016.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan sikap positif para peserta terhadap Bahasa Indonesia dan meningkatkan pengetahuan bahasa Indonesia.

Kepala Balai Bahasa Sulawesi Selatan, Dra Zainab MHum, mengungkapkan, kemajuan teknologi yang semakin pesat turut serta mempengaruhi Bahasa Indonesia sebagai lambang kenegaraan. Etika dalam bertutur terkadang luput dari perhatian masyarakat.

“Hampir tiap hari di Balai Bahasa menerima surat dari kepolisian menjadi saksi ahli. Semakin canggihnya teknologi, etika berbahasa juga diabaikan,” ungkap dia.

Lebih jauh Zainab menjelaskan, pemakain Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, mulai digantikan bahasa asing dan bahasa gaul. Penggunaan bahasa gaul yang semakin marak di kalangan remaja merupakan ancaman yang sangat serius terhadap Bahasa Indonesia. Menurutnya, itu menjadi pertanda semakin buruknya kemampuan berbahasa.

“Kami berharap, setelah kegitan ini dilaksanakan, wawasan kebangsaan kita semakin bertambah. Kita lihat anak-anak sekarang tidak lagi menghargai Bahasa Indonesia. Padahal sudah diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 24 tahun 2009 bahwa Bahasa Indonesia adalah identitas kenegaraan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta Akbar, mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan Balai Bahasa patut diapresiasi. 

“Kegiatan yang seperti ini sangat bagus, karena salah satu cara mempertahankan eksistensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Sehinnga jati diri bangsa tetap tampak di mata internasional,” tandasnya. (Ridwan)