oleh

VIDEO : Aksi Ujuk Rasa Warga Bastura Tuntut Pemkab Torut Kembalikan Tanah Adat

LUWU, TEKAPE.co – Masyarakat Adat Desa Salubua, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu, geram atas tindakan penyerobotan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Toraja, atas tanah adat (ulayat) dimana tanah itu masih berada di dalam wilayah Kabupaten Luwu.

Masyarakat Adat yang menolak atas penyerobotan itu, melakukan aksi blokade jalan penghubung Torut-Luwu. Para masyarakat adat menuntut agar Pemkab Torut mengembalikan tanah leluhur mereka dan mencabut tapal batas yang sudah dipasang oleh Pemkab Torut yang masih masuk di dalam wilayah Luwu. Senin, 28 Agustus 2017, kemarin.

Baca Juga : Warga Geram, Pemkab Torut Diduga Serobot Wilayah Kabupaten Luwu di Bastura

“Kami dari rumpun Puang Langi Pangonan menolak keras tindakan penyerobotan yang dilakukan oleh Pemkab Toraja Utara yang memasang patok batas di wilayah Tongkonan salubua yang masih masuk wilayah Kabupaten Luwu. Mereka sangat jauh memasang patok batas dimana sampai ke wilayah pemukiman penduduk bahkan mengambil pemakaman atau liang leluhur kami,” ujar, Koordinator Aksi, Yertin Ratu, SH.

Yertin, mengatakan penyerobotan batas wilayah ini diindikasikan karena adanya pembangunan tambang uranium atau emas oleh Pemkab Torut.


Komentar

Berita Terkait