oleh

Unjuk Rasa di DPRD Luwu, Pedagang Pasar Sentral Bua Desak Pemkab Tegakkan Aturan

LUWU, TEKAPE.co – Pedagang Pasar Tradisional Modern Bua, yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Indonesia menggelar aksi menuntut Pemerintah daerah menegakka aturan.

Pasalnya, pemindahan pasar lama ke pasar baru Bua, beberapa waktu lalu tidak berjalan dengan maksimal, karena Pasar Baru Bua kembali sunyi dan banyak pedagang kembali berjualan di pasar lama.

Pedagang Pasar Tradisional Modern Bua menyanpaikan aspirasinya di Gedung DPRD Luwu, Jln. Jendral Sudirman, Kompleks Perkantoran, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulsel, Senin, 25 September 2017.

Koordinator Aksi, menyampaikan tuntutannya bahwa yang menjadi beban bagi pedagan di Pasar Bua baru, yakni aturan pemindahan pasar yang tidak konsisten, karena pasar lama terap berjalan masih aktivitas jual beli disana. Sementara di pasar baru kami dibebankan retribusi parkir, sampah, listrik, dan air.

“Pemindahan pedagang pasar lama ke pasar baru Bua menurut kami tidak konsisten, pasar lama tetap berjalan dan kembali berfungsi mlihat kejadian itu kami sudah sampaikan ke Pemerintah Kecamatan namun tidak ditanggapi,” ujarnya

“Kami di pasar baru terbebani restribusi pasar, kami dibebani tiap hari harus bayar biaya sampah, listirik dan air, sementara pembeli kurang lebih banyak di pasar lama yang tidak dibebani biaya apapun. Selain itu kami sendiri pdagang juga terbebani dengan pinjaman uang bank, koperasi, pendapatan pedagang dipasar baru bua ‘Lebih Besar Pasak Dari Pada Tiang’,” sambungnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Amran, menyampaikan, kalau pasar tersebut dibangun dengab anggran Rp 5 miliar, yang sudah terfasilitasi.

“Pembangunan pasar sudah kita lengkapi dengan kantor dan WC ini menggunakan aggaran pembantuan dari pusat sebesar Rp 5 miliar,” ujarnya.

Kepala Bapenda, Moh Arsal Arsyad, mengatakan setelah pasar baru bua ini di bagun oleh dinas perdagangan 2015, dimana seluruh pedagang di pasar lama dipindahkan ke pasar baru. Namun berjalan waktu ada perilaku segelintir pedagang bertahan di pasar lama yang membuat sebagian pedagang pasar baru juga pindah ke pasar lama.

“Semenjak kami ditugaskan untuk mengelola pasar, kami sudah berusaha membrikan fasilitas untuk memudahkan pedagang, kami juga sudah koordinasikan dengan satpol pp untuk penertiban dan Kebersihan untuk pengadaan motor sampah,” jelas Arsal Arsyad.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Luwu, Yasman Miming, menyampaikan dihadapan Pemerintah Daerah yang hadir agar aturan tegakan, pedagang di pasar lama yang masih ada harus dipindahkan tegakan aturan.

“Tidak boleh ada lagi pedagang di pasar lama, Pemerintah harus tegakan aturan kalau aturan ditegakan semua permasalahan ini sudah selesai. Pasar itu tempat transaksi yang mestinya harus diramaikan,” tegasnya. (ham)

Komentar

Berita Terkait