oleh

Trauma Gempa, Pengunjung Hotel di Mataram Pilih Nginap di Luar Kamar

MATARAM, TEKAPE.co – Bencana alam berupa gempa bumi, yang menimpa Lombok dan sekitarnya, menyisakan trauma mendalam.

Trauma itu bukan hanya dirasakan warga setempat, namun juga wisatawan yang datang berkunjung ke Kota Mataram dan Pulau Lombok pada umumnya.

Seperti yang terlihat Kamis malam, 9 Agustus 2018, di Hotel Lombok Raya. Para pengunjung banyak memilih tidur di luar kamar hotel, seperti pekarangan, karena khawatir terjadi gempa susulan.

“Kita bukan takut, tapi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga kami memilih tidur di luar kamar,” kata salah seorang pengunjung, Darwan.

Namun demikian, tak semua pengunjung tidur di pekarangan. Sebagian dari mereka juga memilih tidur di kamar, sembari pasrah jika terjadi gempa susulan. Namun tetap saja mereka tidak nyenyak tidur.

Mereka trauma setelah terjadi gempa susulan Kamis siang, 9 Agustus 2018, pukul 12:25:32 WIB, dengan kekuatan 6.2 SR,  8.36 LS, 116.22 BT, dengan kedalaman 12 Km, di Sumbawa Region.

Gempa ini berdampak ke 6 Km Barat Laut Lombok Utara-NTB, 27 km Timur Laut Mataram-NTB, 33 km Timur Laut Lombok Barat-NTB, 37 km Barat Laut Lombok Tengah-NTB, dan 1071 km Tenggara Jakarta.

Sejak Minggu 5 Agustus lalu, di gempa pertama terjadi, hingga Kamis 9 Agustus, banyak warga memilih memasang tenda untuk tidur di depan rumahnya, baik rumahnya yang runtuh karena gempa, ataupun mereka yang hanya karena takut rumahnya roboh saat terjadi gempa tiba-tiba.

“Kami trauma, sehingga kami mendirikan tenda di depan rumah,” kata Buyung, salah seorang warga Desa Jeringo, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Kamis 9 Agustus 2018, malam.

Gempa ini membuat puluhan gedung roboh, ratusan rumah warga runtuh, dan menyisakan trauma mendalam bagi warga, utamanya anak-anak. (del)

Komentar

Berita Terkait