oleh

Tips Menyiapkan Anak Usia Dini Kembali ke Sekolah

JAKARTA, TEKAPE.co – Sebentar lagi sekolah akan memasuki tahun ajaran baru. Melihat anak usia dini harus belajar dari rumah lebih dari satu tahun, orangtua harus memiliki persiapan ekstra agar anak tetap bersemangat.

Psikolog anak, Wikan Putri Larasati dalam siaran langsung Instagram @bukuerlangga, Rabu, 7 Juli 2021, berbagi cara mempersiapkan anak usia dini kembali sekolah. Salah satu langkahnya dapat dengan memberikan alat tulis baru yang menarik sesuai karakter yang anak sukai.

Selain itu, tempat belajar yang nyaman juga penting jadi perhatian. Wikan menyampaikan, orangtua bisa mempersiapkan kursi dan meja yang sesuai dengan tubuh mereka dan tidak terlalu tinggi.

“Untuk anak kalau dia duduk dengan posisi kakinya menggantung, itu biasanya enggak tahan lama, akan memengaruhi konsentrasinya saat belajar,” kata Wikan.

Pastikan pula tempat belajar anak dengan pencahayaan yang terang dan tidak terlalu berisik. Hal yang perlu dipersiapkan lainnya, yakni membangun rutinitas agar tidak kaget saat sekolah. Akibat libur, anak jadi sering tidur lebih malam dan bangun kesiangan dan hal tersebut harus dilatih kembali.

Wikan berpesan untuk orangtua agar tidak mengambil alih peran guru. Ia mengatakan peran orangtua adalah sebagai fasilitator dan motivator.

“Kita menambah beban untuk diri sendiri yang juga kadang enggak bermanfaat buat anak, artinya kita dan anak malah stres karena tuntutan kita, atau kita ngajarin metodenya enggak sama kayak di sekolah. Anak jadi bingung, jadi tetaplah untuk kegiatan belajar biarlah gurunya yang bertanggung jawab,” kata Wikan.

Mengingat sekolah akan memasuki tahun ajaran baru, anak-anak usia dini yang belum PAUD atau TK juga akan mulai masuk ke lembaga pendidikan. Tetapi, banyak orangtua yang masih bimbang untuk mendaftarkan anak-anaknya ke PAUD atau TK.

Kebimbangan itu muncul lantaran anak akan tetap berada di rumah meski didaftarkan ke sekolah. Maka itu, Wikan mengatakan bahwa orangtua harus paham dahulu tujuan dari pendidikan anak usia dini.

“Kalau ngomongin tujuan, sederhananya supaya anak-anak ini siap untuk menghadapi tuntutan di sekolah dasar baik yang akademik maupun nonakademik,” katanya.

Wikan mengatakan, dengan mendaftarkan anak ke lembaga pendidikan dapat menstimulasi aspek-aspek perkembangan pada anak supaya mereka siap. Meski banyak yang menyebut mendaftarkan anak ke PAUD atau TK di masa pandemi hanya main-main saja, sesi bermainnya mempunyai tujuan.

Menurutnya, dengan tetap mendaftarkan anak ke PAUD atau TK, paling tidak ada guru-guru yang sudah menyiapkan konsep permainannya, meskipun dalam eksekusinya tetap bersama orangtua. “Kegiatannya sudah dirancang dengan tujuan tertentu, kegiatan ini untuk menstimulasi aspek perkembangan apa, tujuannya biar apa, pasti udah ada,” katanya.

Dalam menentukan permainan dibutuhkan usaha. Sebagai orangtua yang tak punya banyak waktu untuk mengerahkan tenaga memikirkannya tentu akan lebih membantu. Dengan mendaftarkan anak ke PAUD atau TK, orangtua juga bisa mendapatkan partner diskusi. Selain itu, anak juga masih bisa bersosialisasi di tengah pandemi.

“Walaupun enggak seoptimal kalau ketemu langsung, tapi bisa mulai ada sosialisasi,” tutup Wikan. (*)

Komentar