oleh

Tak Tersentuh Bantuan Covid-19, Puluhan Warga Palopo Datangi DPRD

PALOPO, TEKAPE.co – Puluhan warga Kota Palopo, yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat sipil Peduli Penanganan Covid-19 (Komas PPC 19) Kota Palopo, melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Palopo, Kamis 25 Juni 2020, siang.

Kedatangan sekitar 30-an warga yang didominasi dari Kecamatan Bara, Kota Palopo, mengeluh kepada DPRD Palopo, bahwa mereka tidak tersentuh bantuan covid-19.

Salah seorang demonstran, Yertin Ratu, mempertanyakan penggunaan anggaran penanganan covid-19 yang cukup besar.

Ia juga menyampaikan, banyaknya warga yang tidak tersentuh bantuan.

Padahal, cukup banyak bantuan yang mengalir untuk warga Palopo.

Yertin menyebut, dari data terbaru, per Februari 2020, warga di Palopo hanya 39.444 KK. Sementara jumlah total bantuan yang ada di Palopo sebanyak 44.816.

“Sehingga logikanya, baik yang kaya ataupun miskin, seluruh sudah dapat bantuan. Bahkan masih ada tersisa bantuan 5.372 bantuan,” katanya.

Salah seorang warga Kelurahan Buntu Datu, yang ikut unjuk rasa, Dinasari, mengaku namanya dicoret sebagai penerima BLT. Padahal namanya terdaftar sebagai penerima.

“Di lorong, saya hanya satu-satunya yang tidak dapat bansos, sementara nama saya ada di daftar penerima bansos,” katanya.

Ia mengatakan, setelah dikoordinasikan ke kelurahan, namanya dicoret karena dianggap ada transaksi besar di rekening miliknya.

Padahal, kata dia, rekening miliknya telah diblokir sejak awal 2019.

“Alasan lainnya, saya dianggap sudah mampu, karena ada anak saya kerja. Padahal di tetangga saya, ada anaknya kerja di negeri, tapi dia dapat. Anak saya hanya kerja di swasta,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Palopo, Efendi Sarapang, meminta data semua warga yang berhak menerima, namun tak pernah terima, agar bisa direkomendasikan ke Dinsos.

“Kami segera menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” katanya. (*)

Komentar

Berita Terkait