Sudah 3 Tahun Dijanji Pemkab, Belasan Rumah Korban Kebakaran Tak Kunjung Dibangun

ACEH SINGKIL, TEKAPE.co – Peristiwa kebakaran hebat yang menghanguskan 17 unit rumah warga Kampong Ujung, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, pada Kamis, 20 Februari 2020 silam, hingga kini masih menyisakan derita dari para korbannya.

Korban yang sebagian besar masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah itu belum mampu membangun kembali rumah mereka sendiri.

Harapannya untuk dibantu pemerintah pun telah pupus. Pasalnya, sudah tiga tahun sejak dijanji untuk dibantu, namun hingga kini, Agustus 2023, belum juga ada tanda-tanda.

Berbagai upaya dan usulan telah dilakukan kepada pemerintah, melalui instansi terkait untuk pembangunan rumah mereka yang terbakar.

Bahkan pasca baru kejadian, Pemkab Aceh Singkil, di bawah kepemimpinan Bupati Dulmusrid kala itu, pernah berjanji akan membangun rumah korban kebakaran tersebut.

“Saat Bupati Dulmusrid menjabat, kami pernah dijanji akan dibantu melalui program bantuan pembangunan rumah tempat tinggal kami, namun hingga saat ini belum juga terealisasi,” sebut Udin, korban kebakaran, Rabu 9 Agustus 2023.

Namun demikian, dari 17 unit rumah warga yang terbakar, ada satu unit yang telah dibantu pembanguannya, melalui program aspirasi salah satu anggota DPRA Aceh.

“Hanya satu unit yang dibangun, lantas belasan lainnya bagaimana nasib bangunan mereka,” tandas Udin.

Karena korban tak mampu membangun rumah sendiri, sampai saat ini, para korban kebakaran terpaksa memanfaatkan sisa bangunan sebagai tempat tinggal, bahkan ada yang terlihat sudah ditumbuhi semak belukar dengan sisa bangunan yang terbakar.

Kepala Dinas PUPR Aceh Singkil, Erwin Syahputra ST MM, saat ditemui wartawan berdalih, jika pembangunan rumah bantuan terhadap korban kebakaran di Desa Ujung, merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Aceh. Karena jumlah bangunannya mencapai belasan.

Kini, para korban kebakaran menaruh harapan besar terjadap Pj Bupati Aceh Singkil, Drs Azmi MAP, yang juga merupakan putra Singkil.

Para korban berharap, pemerintah dapat terketuk hatinya untuk berupaya semakmimal mungkin membantu membangun rumah mereka di lokasi kebakaran.

“Ada 17 unit rumah warga yang sebagian besar berkontruksi kayu itu rata dengan tanah,” ucap Ogek, salah seorang korban kebakaran di Desa Ujung, Singkil, Rabu 9 Agustus 2023.

Akibat dari musibah kebakaran itu, sekira 24 Kepala Keluarga (KK), dengan jumlah 100 jiwa harus rela kehilangan tempat tinggal yang telah mereka tempati sejak kecil. (wahyu)

Komentar