oleh

Siapkan Agen Perubahan, PNUP Sosialisasi ZI WBK WBBM 2022

MAKASSAR, TEKAPE.co – Kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melaksanakan sosialisasi zona integritas wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani (ZI WBK-WBBM) serta budaya dan etika kerja ASN.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan oleh tim agen perubahan PNUP dilangsungkan selama tiga hari, 3-5 Agustus 2022, serta dipusatkan di Kampus 1 dan 2 PNUP.

PNUP menyusun perangkat/rambu-rambu program ini berdasarkan peraturan direktur nomor 2 tahun 2022 tentang tata nilai, budaya kerja, dan etika kerja di lingkungan PNUP.

Pemateri sosialisasi menghadirkan Wakil Direktur Bidang Umum & Keuangan Dr Sirajuddin Omsa SE MEd Mgmt, Dr Nur Alam La Nafie SE MBA, Dr Harbani MSi, Ir Zulmanwardi MSi, Ibrahim Abduh SST MT, Ir La Ode Musa MT, Dr Bahri SE MSi, Ir Hastami Murdaningsih MT, Jhon Asik SST MT, Muhammad Sabri Ali SSos MIKom, Syahril Syam SKom, Firmansyah serta Tim Gabungan.

Materi hari terakhir (Jumat, 5/8) menghadirkan Wadir 2 PNUP Dr Sirajuddin Omsa menyampaikan bahwa agen perubahan yang memiliki 8 area, salah satunya adalah area manajemen perubahan dan didalamnya harus ada agen-agen perubahan.

“Kita harus berubah minimal pola pikir (mindset) dengan outlooking (melihat keluar) dari institusi lain agar kita punya pengalaman dan rencana untuk berubah,” ujar doktor manajemen ini.

Mengembangkan budaya kerja yang anti korupsi sesuai peraturan pemerintah nomor 94/2021 tentang disiplin PNS bahwa setiap ASN memiliki kewajiban kerja minimal 37,5 jam perminggu atau 7,5 jam perhari.

“Jadi ASN/Tendik yang terlambat melayani mahasiswa karena terlambat masuk kantor, maka ini bagian dari korupsi waktu,” tegas dosen akuntansi ini.

Lebih lanjut Sirajuddin Omsa menyampaikan bahwa ASN Tendik yang berkinerja dengan baik, maksudnya bagi tendik memiliki sasaran kinerja pegawai (SKP) maka tendik harus bekerja sesuai dengan tupoksi dan berkordinasi terus menerus dengan unit lain sehingga diperlukan kompetensi teknis yang didapatkan dari pendidikan formal dan non formal.

“Kunci dari semua itu adalah komunikasi, memang komunikasi adalah pemantik tapi bukan satu-satunya,” harapnya.

Selain itu, role model yang dimulai dari pimpinan maka dapat dipastikan bawahannya akan mengikuti keteladanan (role model) yang bermuara dari setiap pimpinan masing-masing unit.

“Keluar dari comfort zone (zona nyaman) pasti memerlukan waktu, komitmen dan kebiasaan berulang yang akhirnya menjadi budaya,” tambahnya.

Pemateri sesi kedua (terakhir), Ibrahim Abduh SST MT memaparkan materi tentang ZI WBK WBBM dengan konsep MACCAKI yang akronim dari Mandiri Amanah Cerdas Cekatan Akuntabel Kolaboratif Inovatif.

“Jika efektif program ini maka dapat meminimalisir korupsi serta efeknya terhadap lingkungan birokrasi yang nyaman dan tenteram,” harap calon doktor vokasi keteknikan ini.

Akhirnya acara sosialisasi ZI WBK WBBM ditutup dengan foto bersama dengan seluruh pemateri, peserta dan tim agen perubahan PNUP. (rls)