oleh

Sempat Dicurigai Corona, Bupati Morut Dirujuk ke Makassar, Sekda: Hasil Rapid Test Negatif

KOLONODALE, TEKAPE.co – Bupati Morowali Utara (Morut), Ir Aptripel Tumimor, sempat dicurigai jika terpapar virus corona.

Pasalnya, Ipe, sapaan akrab Aptripel, mengalami gejala mirip corona, yakni ada gangguan di bagian paru-paru. Ia kemudian dites dengan alat rapid test, hasilnya diketahui negatif.

Namun demikian, saat ini Aptripel tengah dirujuk ke RSUP Dr Wahidin, Kota Makassar, Sulsel. Setelah sebelumnya dirawat di RSUD Kolonodale, Morut, Sulteng.

Kondisi kesehatan orang nomor satu di Morut itu disampaikan langsung Sekda Morut Musda Guntur, didampingi Kadis Kesehatan Delnan Lauende, Direktur RSUD Kolonodale dr Daniel, dalam jumpa pers, Kamis 2 Maret 2020.

dr Daniel, yang menangani langsung Bupati, memberikan keterangan kronologis mulai dari awal kondisi kesehatan Bupati.

Ia menjelaskan, sehari sebelum dibawa ke RSUD Kolonodale, 31 Maret 2020, bupati mulai merasakan sakit.

Lalu ia berkesempatan bergegas ke rumah jabatan Bupati melakukan pemeriksaan. Hasilnya, ditemukan di paru-parunya ada cairan.

“Bersamaan dengan itu, kami juga melakukan rapid rest untuk memastikan jika terjangkit covid-19, namun hasilnya negatif,” terang dr Daniel.

Saat itu, kata dia, diirinya menyarankan kepada Bupati untuk rawat inap di RSUD Kolonodale, namun Bupati minta untuk sementara dirawat di rumah dulu, sambil menunggu perkembangan kesehatannya.

“Tindakan yang kami ambil hingga pukul 20.00 wita (Selasa 31 Maret) tetap kita therapy, berikan obat, dan dibantu dengan oxigen,” jelas dr Daniel.

Keesokan harinya, lanjut dr Daniel, Rabu 1 April 2020, pukul 06.30, ia kembali ke rujab untuk melakukan pemantauan perkembangan kondisi Bupati. Setelah diperiksa lagi, ternyata cairan dalam paru-parunya bertambah.

“Sehingga kami memutuskan untuk dirawat inap di RSUD Kolonodale, di ruang ICU untuk pemeriksaan lebih lanjut yang intensif, dan melakukan diagnosis klinis, ronsen dan pemeriksaan darah,” terangnya.

Hasilnya, banyak cairan di paru-paru kiri dan kanan, hingga 3/4 lapang paru-paru atau uden paru akut, yang kemungkinannya ada dua.

“Mungkin karena jantung atau mungkin bukan karena jantung, atau mungkin karena inveksi. Sementara fungsi darah baik, fungsi ginjal baik, dan lainnya juga stabil,” jelasnya.

Tak hanya sampai di situ, dr Daniel juga mengatakan, 1 April 2020, selama pemantauan kondisi kesehatannya, mulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 wita, diputuskan dengan berkonsultasi dengan pihak manajemen RSUD Kolonodale, Pemda bersama pihak keluarga untuk dirujuk ke Makassar.

“Hari itu juga, sekitar pukul 16.00 wita, Bupati diberangkatkan ke Makassar dengan ambulance, via darat,” ujar dr Daniel.

Di tempat yang sama, Kadis Kesehatan Morowali Utara, Delnan Lauende, mengatakan, informasi yang ia terima, Kamis, dini hari tadi, 2 April 2020, ambulance yang membawa bupati, tiba di Makassar, di RS Siloam.

“Lalu berapa saat kemudian, dibawa ke RS Wahidin untuk penanganan medis yang lebih intensif untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Delnan mengatakan, sejak meninggalkan Kolonodale, kondisi Bupati stabil hingga dalam perjalanan sampai ke Mangkutana.

Bahkan kabarnya, Bupati duduk dalam ambulance. Delnan juga mengaku, menerima informasi kondisi Bupati dalam perjalanan mengambil rute Kolonodale, Pendolo, Mangkutana, Palopo dan tiba dengan selamat di Makassar.

Sementara itu, Sekda Morut, Musda Guntur, meminta kepada seluruh masyarakat Morowali Utara, untuk tidak resah atas kabar kondisi kesehatan Bupati, yang hasil rapid test Bupati dinyatakan negatif covid-19.

Ia juga minta masyarakat untuk tetap waspada dengan virus Corona, namun tidak perlu panik.

“Pemerintah daerah, sesuai protap, akan terus menjadi garda terdepan melindungan masyarakat dari penyebaran covid-19. Semua tim gugus tugas kita lengkapi APD dan Pemda bersama pihak terkait walk out tangkal covid-19,” tegasnya. (rudini)

Komentar

Berita Terkait