oleh

Sehari Pasca Dilantik, Jokowi-Ma’ruf Didemo Mahasiswa Unismuh Makassar

MAKASSAR, TEKAPE.co Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar unjuk rasa di pertigaan Jalan Sultan Alauddin-Jalan A.P Pettarani, Makassar, Senin 21 Oktober 2019.

Dalam aksinya, mahasiswa Unismu, yang menamakan Gerakan Mahasiswa Sospol UMM menyebut bahwa ‘Demokrasi Diambang Batas’.

Mereka juga menolak segala UU yang tidak pro rakyat, tolak kenaikan iuran BPJS, copot Tito Karnavian sebagai Kapolri dan usut tuntas kematian 5 aktivis. Mereka meminta agar Presiden Joko Widodo tidak diam dan segera damaikan Papua, serta stop tindakan represif aparat kepolisian. Sesuai dari gerakan awalnya pada Jumat, 18 Oktober 2019 lalu.

“Jadi aksi kami hari ini adalah terakhir dari aksi maraton yang dimulai dari tanggal 18 sampai 21 Oktober 2019, tapi bukan berarti kami akan berhenti mengawal tuntutan kami, kami terlebih dahulu mengikuti perkembangan kinerja presiden dan wakil presiden terpilih yang baru saja dilantik kemarin, ketika kemudian respon mereka tetap sama dengan hari ini maka tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan aksi serupa dan kembali melakukan riak-riak di tanah Makassar ini,” kata Jenderal lapangan, Imam.

Imam juga mengatakan, dilansir dari salah satu media, kami dikatakan seperti anak kecil yang rewel, bandel, keras kepala norak, dan lebay karena menggelar aksi unjuk rasa dihari pelantikan kemarin, sepertinya oknum ini tidak tau membaca atau bagaimana, karena demonstrasi itu dilindungi Undang-undang sebagaimana dalam UUD 1945 Pasal 28 E Ayat 3 dan dipertegas Undang-undang No.09 1998, maka sedikit saran kepada beliau budayakan membaca jangan tong kosong nyaring bunyinya.

Akibat unjuk rasa tersebut, kemacetan terjadi di Jalan Sultan Alauddin menuju Jalan AP Pettarani dan menuju Jalan Andi Tonro.

“Aksi kita hari ini adalah merupakan bentuk kekecewaan kita kepada pemerintah, rentetan problem-problem sosial yang ditolak mahasiswa pada aksi besar-besaran bulan September kemarin yang diantaranya revisi beberapa UU, kematian 5 saudara kami, pemberontakan dipapua hingga kenaikan iuran BPJS sama sekali tidak direspon pemerintah pusat, dan lebih ironinya lagi pemerintah pusat hari hanya disibukkan dengan pembagian kursi-kursi menteri bersama partai pendukungnya,” ucap Jalil Abede dalam orasinya selaku Kordintor mimbar.

Aksi unjuk rasa tersebut merupakan aksi maraton yang sudah berlansung dari tanggal 18 Oktober 2019 lalu.

“Saya selaku ketua BEM sospol mewakili mahasiswa se-sospol unismuh makassar agar sekiranya pemerinta pusat mendengar dan merespon tuntutan kami hari ini dan jangan pura-pura menutup mata dan telinganya akan keresahan masyarakat tanah Makassar,” tutup Ketua BEM Solpol Rasyiidah Fikri. (*)

Komentar

Berita Terkait