oleh

Rusdi Pelopor Perdamaian Desa Rompu

MASAMBA, TEKAPE.co — Desa Rompu, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara konon pernah dijuluki sebagai Desa yang rawan konflik sosial masyarakat terutama dikalangan para pemuda setempat, namun saat ini julukan itu sudah tidak ada lagi. Hal ini juga diakui Kepala Desa Rompu, Rusdi S Pd saat ditemui TEKAPE.co di sekretariat Karang Taruna Desa Rompu, Senin (3/9/2018).

Diakuinya, dalam meminimalisir dan menghilangkan budaya konflik sosial ditengah masyarakat terutama dikalangan para pemuda perlu adanya suatu itikat baik, perencanaan yang matang termasuk aktualisasi dalam memecah persoalan yang dinilai pelik tersebut dengan menawarkan sejumlah solusi pemecahannya.

Disebutkannya sebagai bentuk iktikat baik, perencaan yang matang hingga aktualisasi pemecahan konflik sosial pemuda Desa Rompu awal mula mulai berkurang semenjak dibentuk dan diaktifkannya kembali wadah pemuda desa yakni Karang Taruna Desa Rompu pada tahun 2015 silam dengan membuat sejumlah kegiatan bermanfat bagi progresifitas Karang Taruna di Desa Rompu, mulai dari wirausaha, olahraga, kajian rutin, pembinaan para pemuda dan lain-lainnya.

“Meminimalisir konflik awalnya semenjak Karang Taruna Desa Rompu mulai aktif tahun 2015 lalu, didukung dengan berbagai kegiatan Karang Taruna mulai dari wirausaha, olahraga, kajian dan lain sebagainya,” beber Mantan Presiden BEM IAIN Palopo 2014 sekaligus alumni IAIN Palopo ini.

Lebih jauh diakui Kades Rompu ini, jika konflik sosial pemuda di Desa itu benar-benar dinilai sudah lenyap semenjak terpilih pertama kalinya dia sebagai Kepala Desa Rompu pada Pilkades pada tahun 2016 silam.

Selanjutnya kata dia diperkuat lagi dengan adanya suatu kegiatan rekonsiliasi (pemulihan hubungan-red) antar para pemuda setempat bahkan antar pemuda diluar Desa Rompu melalui pemanfaatan program Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) khusus untuk wilayah yang rawan terhadap konflik sosial masyarakat.

“Melalui program Kemensos, ada sebanyak 20 orang pemuda Desa Rompu pernah diberangkatkan ke Kota Makassar untuk mengikuti kegiatan rekonsiliasi para pemuda. 20 pemuda ini diambil komitmennya sebagai pelopor perdamaian bahkan meminimalisir terjadinya konflik baik antara pemuda Desa Rompu maupun antar desa lainnya,” jelas Rusdi yang juga merupakan kader IMM Palopo ini.

Untuk itu, dirinya berharap melalui program Kemensos RI dalam rekonsiliasi para pemuda khususnya pemuda Desa Rompu, tidak ada lagi konflik sosial yang terjadi ditengah masyarakat. Bahkan hal-hal negatif lainnya mampu diminimalisir.

“Rekonsiliasi antar pemuda ini sangat besar dampaknya dalam meminimalisir konflik sosial masyarakat terutama di kalangan pemuda,” imbuh mantan Kabid Advokasi PP Hikmah Lutra ini.

Menurut dia, upaya meminimalisir konflik sosial masyarakat terutama dikalangan pemuda juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi para pemuda setempat. Mulai dari olahraga misalnya, dapat diupayakan dengan pengadaan infrastruktur olahraga, begitu juga dibidang yang lainnya. (umr/usm)

Komentar