oleh

Revisi Perda Kependudukan Palopo, Siapkan Sanksi Rp50 Ribu Jika Tak Bawa e-KTP

Revisi Perda Kependudukan Palopo, Siapkan Sanksi Rp50 Ribu Jika Tak Bawa e-KTP
Dahri Suli. 

PALOPO, TEKAPE.co — Bagi warga Kota Palopo, diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektroniknya atau e-KTP atau KTP-el, kemana pun pergi. Sebab jika tidak bawa KTP-el, maka siap-siap ditilang dengan denda Rp50 ribu per orang.

Denda tersebut tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan atas peraturan daerah Kota Palopo nomor 8 tahun 2013 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan di Kota Palopo.

Raperda tersebut kini tengah dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kota Palopo, yang rencananya akan selesai tahun ini. 

“Salah satu poin dalam revisi Perda kependudukan ini adalah didenda Rp50 ribu bagi warga yang ditemukan tidak membawa KTP-el pada saat operasi yustisi,” jelas Ketua Pansus I DPRD Palopo, Dahri Suli.

Ketua PKB Palopo ini menuturkan, raperda revisi tersebut ditargetkan selesai tahun ini. “Raperda ini salah satu raperda yang harus selesai kita tetapkan tahun ini,” tandasnya. 

Dijelaskannya, selain masalah denda dalam revisi tersebut, juga mengatur soal Kartu Identitas Anak (KIA). “Setelah raperda ini disahkan, maka anak wajib memilik KIA, sebagai pengganti KTP. Ini sesuai dengan amanat Permendagri nomor 2 tahun 2016 tentang KIA. Jadi anak di bawah usia 18 tahun, maka harus punya KIA. Setelah masuk usia 18 tahun, maka harus diganti KTP,” jelasnya.

Namun, kata dia, dalam pembuatan KIA ini, belum jelas apakah harus dianggarkan oleh Pemkot atau dibiayai pemerintah pusat. KIA ini beda dengan KTP-el yang sudah jelas pembiayaannya dari pusat. “Ini juga masih jadi pertanyaan kami, belum jelas pembiayaan KIA ini diambil dari mana, pemerintah pusat atau APBD. Tidak seperti KTP El, yang dibiayai pusat,” ujarnya. (del)

Komentar