oleh

Relawan Palopo Gelar Buka Bersama Anak Korban Banjir Bandang NTT

FLORES, TEKAPE.co – Relawan asal Kota Palopo, yang terdapat dari Forum Pecinta Alam Palopo (Forpa) dan mahasiswa IAIN Palopo, menggelar buka bareng di Mesjid Agung Muklisin, di Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 19 April 2021.

Relawan Forpa, Muslimin, menjelaskan, buka bersama itu adalah agenda rutin yang dilaksanakan oleh relawan pecinta alam se Kota Palopo, bersama dengan relawan lainnya, yang ada di desa tersebut.

“Jadi siangnya, kita berkunjung ke tenda pengungsian untuk distribusikan logistik, trauma healing untuk anak – anak korban bencana, dan membersihkan puing – puing rumah tempat tinggal mereka pasca bencana,” ujar Ciming, sapaan akrab Muslimin.

Ciming menjelaskan, di Desa Sagu itu, terdapat 18 KK yang kehilangan tempat tinggal. Sehingga masyarakat memilih mendirikan tenda dan sebagian mengungsi ke rumah keluarga masing-masing.

Ciming berharap, semoga kehadirannya dapat membantu warga sekitar, terutama kepada anak-anak. Mereka menjalankan ibadah puasa di tenda pengungsian, yang kondisinya cukup memprihatinkan.

“Semoga kehadiran kita disini bisa menjadi semangat tersendiri buat masyarakat Desa Sagu, Kecamatan Adonara,” harap Ciming.

Sementara itu, Kepala Desa Sagu, Taufik Nasrun, menyampaikan, rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga Kota Palopo, yang diwakili Forum Pecinta Alam se Kota Palopo (FORPA) yang bisa sampai di desanya, mengingat akses Transportasi ke desanya sangatlah sulit dan jalur utama terputus total.

“Kami atas nama masyarakat Sagu, sangat mengapresiasi kerja – kerja Tim Relawan FORPA di sini. Kehadiran mereka sangat membantu masyarakat disini, terutama kepada anak – anak kecil yang sudah kehilangan tempat tinggal,” ujar dia.

Dengan adanya relawan ini, kata Taufik, menjadi semangat baru buat anak-anak, karena tiap harinya mereka selalu dihibur dengan berbagai macam permaianan dan games oleh para relawan.

Di samping itu, mereka juga selalu mendampingi anak – anak untuk belajar, salat, dan ngaji bareng.

“Harapan saya, selaku kepala Desa, mewakili seluruh masyarakat Desa Sagu, semoga tetap ada relawan yang masuk ke desa kami, untuk melakukan suistanable program pendampingan anak-anak korban bencana, atau beberapa NGO dan pemerintah agar bisa merecovery rumah yang rusak akibat dari bencana banjir bandang dan angin puting beliung,” ungkapnya. (*)

Komentar

Berita Terkait