oleh

PT Hengjaya Latih Kelola Sampah di Desa Makarti Jaya Morowali

MOROWALI, TEKAPE.co – Tumpukan sampah setiap harinya menjadi pemandangan saat melintasi jalan utama dan jalan-jalan kolektor di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulteng.

Melihat hal itu, perlu kepedulian dan tindakan nyata untuk menyelesaikan permasalahan sampah, mulai dari menggencarkan sosialisasi anti sampah, meningkatkan kapasitas pengelola sampah, mengatur sistem kolektor dan distribusi sampah serta penyediaan lahan untuk penampungan sementara maupun penampungan akhir.

Dalam rangka mengantisipasi adanya lonjakan timbulan sampah dan mempersiapkan tenaga pengelola sampah, PT Hengjaya Mineralindo mengadakan Pelatihan Masyarakat tentang Pengelolaan Sampah melalui TPS3R yang dilaksanakan selama 4 hari, mulai 4 – 7 Agustus 2022, di Desa Makarti Jaya.

Kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 25 peserta yang terdiri dari karang taruna dan perangkat desa Makarti Jaya dan beberapa perwakilan dari Desa Bete-Bete.

Pada kesempatan tersebut, Rakhmat Hidayat selaku CSR & ER Supervisor PT Hengjaya Mineralindo menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan Pelatihan Masyarakat tentang Pengelolaan Sampah melalui TPS3R ini sebagai bentuk kepedulian PT Hengjaya Mineralindo terhadap lingkungan khususnya masalah sampah yang saat ini bisa dikatakan dalam kondisi Darurat Sampah.

“Memang perlu tindakan antisipatif dengan membekali masyarakat, dalam hal ini para pemuda melalui karang taruna, untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan meningkatkan ketrampilan mereka dalam mengelola timbulan sampah yang akan dihasilkan oleh masyarakat,” ujar Abdul Hakim, Kepala Desa Makarti Jaya.

Ia menegaskan, pemerintah Desa Makarti Jaya menyambut baik kegiatan pelatihan ini. Para aparat desa sangat antusias mengikuti pelatihan ini, dari awal sampai dengan akhir kegiatan.

“Rasa terima kasih kepada pihak PT. Hengjaya Mineralindo yang telah memberikan program pelatihan ini didesanya, karena dengan perkembangan industrialisasi di Kabupaten Morowali yang sangat cepat, sehingga kedepan akan lebih banyak tenaga kerja yang dibutuhkan,” ujar Abdul Hakim.

Hal ini akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan hunian dan sebagai dampaknya akan meningkatkan juga timbulan sampah di masyarakat. (rls/fd)