oleh

Program TMMD ke-111 Terealisasi 100%, Ini Penjelasan Dandim 1311/Morowali

MOROWALI, TEKAPE.co – Setelah berlangsung selama kurang lebih 30 hari, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 Kodim 1311/MRW akhirnya resmi berakhir, Rabu, 14 Juli 2021.

TMMD ini, sejalan visi Pemerintah yakni membangun Indonesia dari pinggir. Maka dari itu, kegiatannya dititik-beratkan pada wilayah-wilayah terpencil yang selama ini jarang tersentuh pembangunan.

Kegiatan TMMD ke-111 dengan tema “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri” ini ditutup secara resmi Dandim 1311/MRW, Letkol (Inf) Raden Yoga Raharja SE MM MI.Pol, melalui upacara yang dipusatkan di aula Makodim 1311/MRW Kota Terpadu Mandiri (KTM), Desa Bahomohoni, Kecamatan Bungku Tengah.

Dalam acara penutupan tersebut, Dandim 1311/MRW menyerahkan laporan hasil pelaksanaan TMMD ke-111 tahun 2021 ke Pemkab Morowali.

Pada acara penutupan, Bupati Morowali, Drs Taslim, diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ir Rizal Badudin.

Hadir pula, Kadis PUPR, Rustam Sabailo ST MT, Kasatpol-PP, Drs Ambo Lewa, Camat Menui Kepulauan, Suaib Amja SPt MSi, Kades Tanona, Bakring, Kades Tanjung Harapan, Bakar, Kades Tanjung Tiram, Isran Amara, perwakilan Polres Morowali, dan perwakilan dari Kejaksaan.

Saat memberikan sambutan, Dandim 1311/MRW, Letkol (Inf) Raden Yoga Raharja, menyatakan TMMD ke-111 yang dipusatkan di tiga desa dalam wilayah Menui Kepulauan, bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat lewat kegiatan dalam bentuk fisik maupun non-fisik.

“TMMD kali ini, juga menyiapkan ruang juang, alat juang, serta kondisi juang yang tangguh, sehingga terwujud Kemanunggalan TNI dan rakyat,” tegas Raden Yoga Raharja.

Selaku penanggungjawab, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang ikut serta menyukseskan TMMD ke-111 Kodim 1311/MRW (jajaran Korem 132/TDL).

Menurut Dandim, peran serta masyarakat sangat membantu tugas dan peran Satgas TMMD dalam melaksanakan seluruh agenda kegiatan fisik serta kegiatan non-fisik.

Raden Yoga Raharja memastikan, penyelenggaraan TMMD ke-111 ini telah digelar sesuai panduan dan pedoman Protokol Kesehatan (Prokes) di masa pandemi COVID-19.

Kegiatan fisik dicapai pada kegiatan TMMD ke-111 sejak hari pertama tanggal 15 Juni sampai berakhir tanggal 14 Juli, antara lain pembukaan jalan sepanjang 8.510 meter dengan lebar 9 meter di Desa Tanjung Harapan.

Jalan ini, menghubungkan dua desa lainnya dengan volume masing-masing 2.919 meter dan lebar 9 meter dari Tanjung Harapan ke Tanjung Tiram, 2.06 meter menghubungkan Tanjung Tiram dan SP3, pembangunan jalan menghubungkan Desa Tanjung Harapan dan Desa Tanona sepanjang 2.685 meter serta lebar 9 meter, pembangunan 5 unit plat duiker ukuran 3 meter X 5 meter, serta pembangunan 5 unit jembatan ukuran 6 meter X 5 meter.

Sementara kegiatan non-fisik yang sukses dilaksanakan meliputi penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan pelayanan kesehatan, sosialisasi stunting, Posyandu dan Pos Bindu PTM, sosialisasi pelayanan KB kesehatan, penyuluhan pertanian/pendidikan, penyuluhan hukum/Kamtibmas, penyuluhan narkoba, penyuluhan Agama, penyuluhan perikanan, penyuluhan tentang lingkungan hidup, penyuluhan tentang terorisme dan radikalisme, penyuluhan bencana alam, pencegahan COVID-19, pembagian sembako gratis, penyuluhan kegiatan PKK serta kehutanan, dll.

Raden Yoga Raharja mengungkapkan, kegiatan fisik dan non-fisik yang diagendakan selama TMMD ke-1111, sepenuhnya terealisasi 100%.

Ia mengatakan, TMMD ke-111 ini melibatkan 150 personil Satgas, rinciannya 6 orang dari Korem 132/TDL, 52 orang dari Kodim 1311/MRW, 51 orang dari Yonif 714/SM, 2 orang dari Den Zibang, 10 orang dari Den Zipur, 8 orang dari Polres Morowali, 17 orang dari Pemkab Morowali, 2 orang dari Kejari, dan 2 orang dari Kehutanan.

“150 personil/Satgas gabungan TMMD tadi, dibantu 110 orang kekuatan pendukung yang terdiri 100 orang dari masyarakat setempat dan 10 personil Hansip/Wanra,” tutur Raden Yoga Raharja. (FD/FJ)

Komentar

Berita Terkait