oleh

Program Inspiratif Kader PDIP Dari Ujung Timur Sulawesi Selatan

BAPAK Proklamator Ir Soekarno telah menginspirasi banyak orang. Semangat dan dedikasinya telah banyak menginspirasi generasi bangsa, termasuk para pemimpin daerah.

Salah satunya adalah Bupati Luwu Timur, Budiman. Ia mengaku mengidolakan Bung Karno. Budiman selalu teringat dengan pesan luhur Bung Karno: “Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsanya hidup dalam damai dan persaudaraan.”

Dari semangat Bung Karno itulah, H Budiman bertekad menjadikan Kabupaten Luwu Timur sebagai miniatur Indonesia, tempat hidup harmonisnya berbagai suku, bangsa, agama dan budaya, dengan nilai-nilai toleransi yang tinggi dengan berlandaskan falsafah Pancasila.

Hal itu disampaikan Budiman dalam peringatan Bulan Bung Karno (BBK) di Luwu Timur.

“Bapak Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia Bung Karno, telah mengibahkan seluruh hidupnya untuk bangsa Indonesia,” ujar Budiman.

Sebagai kader partai, sekaligus sebagai Ketua PDIP Luwu Timur, Budiman juga banyak terinspirasi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, sebagai Ibu Bangsa yang selalu memberikan pesan-pesan persatuan dalam kehidupan berbangsa untuk tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Program Inspiratif Budiman Setahun Menjabat Bupati Luwu Timur

Drs H Budiman Hakim, M.Pd, yang akrab disapa H Budiman, merupakan Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Luwu Timur periode 2021-2026.

Budiman tercatat sebagai satu-satunya kepala daerah di Sulawesi Selatan, yang merupakan kader dan ketua partai berlambang moncong banteng tersebut.

Budiman, sebelum menjadi Bupati, merupakan birokrat senior di lingkup pemerintah daerah Kabupaten Luwu Timur.

Budiman yang berlatarbelakang sebagai pendidik. Ia guru olahraga. Pernah juga menjadi pelatih atlit renang Provinsi Sulawesi Selatan selama 18 tahun.

Pada awal pemerintahannya sebagai Bupati Luwu Timur, Budiman telah menciptakan berbagai program dan terebosan yang inspiratif.

Awal pemerintahan yang dilanda pandemi Covid-19 dan mengalami disintegrasi akibat Pilkada, memacu Budiman untuk segera menyatukan ritme dengan stakeholder pemerintahan, agar dapat berjalan produktif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah situasi pandemi.

Dari situlah, lahir gagasan City Branding Luwu Timur Inspiring -Berkelanjutan dan Lebih Maju- sebagai spirit bersama dalam menciptakan program-program yang inspiratif dan berdampak luas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pola pemerintahan kolaboratif yang dijalankan Budiman dengan konsep Pentahelix Collaboration melahirkan sebuah terobosan di awal pemerintahannya, dengan melibatkan berbagai perusahaan yang berada di wilayah kabupaten Luwu Timur dalam pembangunan daerah.

Beberapa perusahaan telah berhasil dirayu. Perusahaan itu telah mengalokasikan dana CSR untuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tanpa menggunakan APBD, diantaranya; PT Vale Indonesia Tbk, membangun Bundaran Batara Guru yang akan menjadi icon baru kabupaten Luwu Timur dengan anggaran puluhan milyar.

Kemudian PT Citra Lampia Mandiri (CLM) membangun sport centre di pusat perkantoran Pemda Luwu Timur, Bank Sulselbar, membangun taman lapangan merdeka di pusat Kota Malili. Dan beberapa perusahaan lainnya.

Ini adalah wujud komitmen dan kepiawaian H Budiman dalam membangun komunikasi dan kolaborasi.

Di bawah kepemimpinan Budiman, Kabupaten Luwu Timur mewujudkan program yang merupakan satu-satunya di Indonesia, yakni program multi sektor Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Satu Milyar Satu Desa di luar dana Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD, dan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN.

Program ini adalah upaya pemerataan pembangunan dan keberpihakan pemerintah dalam membangun kemandirian desa.

Tidak hanya itu, Budiman menciptakan satu program peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, yakni satu kamar satu pasien dan pengantaran pasien pasca rawat inap secara gratis.

Bahkan seluruh fasilitas kesehatan ditanggung oleh pemerintah daerah, Peningkatan kualitas pelayanan ambulance dengan high quality, sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Pada sektor pendidikan, Budiman tetap melanjutkan program pemberian beasiswa kepada ribuan putra-putri terbaik kabupaten Luwu Timur diperguruan tinggi, sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Luwu Timur merupakan yang tertinggi diantara semua kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kabupaten Luwu Timur juga merupakan Kabupaten Layak Anak dengan Lokus Stunting Nasional.

Walau baru setahun lebih menjabat Bupati, Budiman telah berhasil melakukan hal-hal inspiratif dalam melakukan tata kelola pemerintahan dan program.

Budiman rutin melakukan monev bulanan dengan jajaran pemerintah daerah dan menggelar kick of Program Berbasis Kecamatan adalah upaya Budiman dalam memonitoring dan mendekatkan program kepada masyarakat. Hampir seluruh janji kampanye pada saat pilkada telah tertunaikan disatu tahun kepemimpinannya.

Memimpin daerah dengan sumber daya alam yang melimpah, tidak melenakan Budiman untuk tergantung pada sektor tambang.

Budiman melakukan terobosan dengan menjadikan Pariwisata, pertanian, dan UMKM, sebagai sumber ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Visi Luwu Timur Berkelanjutan dan Lebih Maju Berlandas Nilai Agama dan Budaya, menjadi spirit Budiman untuk membangun kampung halamannya secara totalitas.

Sebagai seorang kader PDIP, H Budiman selalu mengingat pesan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, bahwa; menjadi pemimpin berarti telah mengibahkan diri pada rakyat.

Sosok yang dikenal tegas namun sering berkelar ini menjalankan birokrasi dengan friendly, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastrukur dan pengembangan ekonomi masyarakat, tapi juga membangun sebuah kebiasaan baru dilingkungan birokrasi dan masyarakat, diantaranya; presensi online untuk mendisiplinkan pegawai, Gerakan Jumat berbagi yang dilaksanakan rutin setiap pekan oleh ASN, dan setiap tanggal 10 bulan berjalan pegawai lingkup pemda Luwu Timur diwajibkan menggunakan pakaian adat nusantara.

Budiaman juga memfamiliarkan literasi pantun dalam setiap sambutannya, sehingga dikenal dengan gerakan Luwu Timur berpantun.

Sebagai seorang berlatarbelakang pendidik, naluri belajar Budiman tetap menyala, para kepala OPD dan Kepala Bagian, diajaknya meningkatkan kapasitas dalam bidang Bahasa Inggris untuk mempersiapkan Kabupaten Luwu Timur di pentas global.

Bupati berusia 55 tahun ini tidak pernah berhenti untuk melakukan terobosan, dalam memudahkan pelayanan administrasi pemerintahan, Budiman menjadikan Kabupaten Luwu Timur menjadi yang pertama di Sulawesi selatan dalam penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) menggunakan aplikasi sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi (Srikandi). Hal ini memungkin Bupati dapat berkantor dimana saja dan kapan saja. (rls/rif)

Komentar

Berita Terkait