oleh

Potong Anoa Hingga Ratusan Babi di Upacara Rambu Solo, Bapenda Torut Berikan Penghargaan ke Keluarga Mendiang Maria Tulang Silolongan

RANTEPAO, TEKAPE.co – Upacara Adat Rambu Solo’ (ARS), mendiang Maria Tulang Silolongan, memotong ratusan babi, kuda, kambing, sapi, rusa, hingga anoa.

Jenis hewan yang dipotong dalam pesta kematian itu, yang tertuang dalam sertifikat Bapenda, adalah kerbau Saleko 2 ekor, Balian 6 ekor, Pudu’ 58 ekor, kuda 1 ekor, sapi 1 ekor, rusa 1 ekor, anoa 1 ekor, kambing 1 ekor, dan Babi 103 ekor.

Upacara adat kematian itu digelar di Tongkonan To’ Bela Dusun Buntu Karua, Lembang Karua, Kecamatan Balusu, Toraja Utara, Selasa 23 November 2021, siang.

Acara adat itu menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui Pajak Potong Hewan (PPH).

Atas upacara adat yang memotong ratusan ekor hewan itu, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut), melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menyerahkan sertifikat penghargaan atas partisipasinya dalam meningkatkan PAD, kepada rumpun keluarga mendiang Maria Tulang Silolongan.

Penyerahan sertifikat itu dilakukan langsung Kepala Bapenda Torut, Alexander L Tiku, disaksikan Kepala Lembang Karua, Agustinus beserta jajarannya, Pemangku adat (To’ Parengge) dari tiga kelompok (Tallu Saroan), To Makaka, To Manggura, Karang taruna Lembang Karua, dan rumpun keluarga.

Sertifikat penghargaan dari Bapenda Torut untuk keluarga mendiang Maria Tulang, yang diserahkan atas dedikasinya dalam menambah PAD melalui pajak potong hewan dalam upacara kematian rambu solo'. (erlin/tekape.co)

Kepala Bapenda Torut, Alexander, menjelaskan, hal ini bertujuan untuk menggenjot dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil Pajak Potong Hewan (PPH).

Sehingga bisa meningkatkan kembali PAD yang selama ini dihantam Pandemi covid 19.

Ia mengatakan, sertifikat ini juga sebagai bukti sah pelaku kegiatan, baik kegiatan Rambu Tuka’ maupun Rambu Solo’.

“Demi meningkatkan PAD, kami berupaya semaksimal mungkin untuk turun di setiap kegiatan, monitoring dan pengawasan. Karena saya tidak mau berpangku tangan saja di kantor,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, sertifikat itu sebagai bukti sah bahwa rumpun keluarga yang sudah melakukan kegiatan dan ikut berpartisipasi dalam berkontribusi bagi daerahnya.

“Untuk itu, kami dari Bapenda sangat berterimakasih sebesar-besarnya kepada rumpun keluarga atas sambutan yang begitu hangat kepada kami. Memberikan kepeduliannya dalam bentuk berkontribusi terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara,” ujarnya.

Ia juga berterimakasih kepada seluruh rumpun keluarga, atas dedikasinya berkontribusi. Semoga kontribusi ini bisa bermanfaat untuk pembangunan Toraja Utara.

Buat keluarga, ucap Alexander, pihaknya mewakili pemerintah daerah, mengucapkan turut berbelasungkawa atas dipangginya ibu Maria Tulang Silolongan ke pangkuan bapak di sorga.

“Semoga almarhum di terima di sisi Tuhan. Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Lembang (Kalem) Karua, Agustinus, menyampaikan rasa syukurnya dengan hadirnya pemerintah kabupaten dalam hal ini, Kepala Bapenda Alexander L Liku, menyerahkan lansung plakat Sertifikat Pajak Potong Hewan (PPH) di kegiatan adat rambu solo’ di Tongkonan To’Bela.

“Saya pun berterima kasih atas kehadiran Kepala Bapenda menyerahkan sertifikat Pajak Potong Hewan (PPH) kepada rumpun keluarga yang diwakili oleh anak kedua
dari terakhir almarhum Maria Tulang Silolongan, Yohanis Paliling atau akrab disapa Ne’ Londong Datu. Kami pemerintah lembang mendukung program Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang untuk percepatan pemulihan PAD di Toraja Utara ini,” ungkapnya. (Erlin)

Komentar

Berita Terkait