Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Polda Metro Jaya Dijaga Brimob Bersenjata, Ada Rilis 3 Kasus Korupsi Besar

Personel Brimob bersenjata berjaga di depan Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026), menjelang konferensi pers pengungkapan tiga kasus dugaan korupsi yang ditangani Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya. (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – Pengamanan di Gedung Promoter Polda Metro Jaya diperketat menjelang konferensi pers pengungkapan tiga kasus dugaan korupsi yang ditangani Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026).

Pantauan di lokasi, puluhan personel Brimob bersenjata disiagakan di depan Gedung Promoter. Personel kepolisian lainnya yang membawa senjata laras panjang juga tampak berjaga di sejumlah titik sekitar gedung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, konferensi pers tersebut akan memaparkan perkembangan penyidikan tiga perkara dugaan korupsi, yakni kasus batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel.

Dalam proses penyidikan, Kortas Tipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menggeledah 13 lokasi yang diduga berkaitan dengan ketiga perkara tersebut.

Penggeledahan terbaru dilakukan di sebuah ruko di Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, sejak Kamis (9/7) malam hingga Jumat dini hari.

Sebelumnya, penyidik juga menggeledah Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer yang berada di kawasan Cilandak.

Dari Kafe de’Clan Signature, polisi menyita uang tunai dalam berbagai mata uang, yakni 3.130.000 Dollar Singapura, 889.965 Dollar AS, serta uang tunai Rp 259.159.000. Jika dikonversikan, nilai seluruhnya mencapai hampir Rp 60 miliar.

“Uang yang kita sita 3.130.000 Dollar Singapura dalam bentuk Dollar Singapura, kemudian Dollar AS, dan uang tunai Rp 259.159.000. Kemudian kita konversi dalam bentuk Rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar. Ini di lokasi d’Clan,” kata Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto.

Selain uang tunai, penyidik juga mengamankan sejumlah dokumen dan barang elektronik dari lokasi tersebut. Polisi menyebut uang itu ditemukan di dalam sebuah brankas yang disembunyikan di lantai dua kafe.

Di lokasi lain, yakni Koin Money Changer, penyidik turut menyita 16 jenis mata uang asing dengan nilai total sekitar Rp 7,2 miliar.

Penggeledahan juga dilakukan di sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari lokasi itu, polisi menyita 74 kilogram emas batangan serta uang tunai dengan total nilai mencapai Rp 476 miliar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini