oleh

PNS dan Tenaga Harian Dinas PUPR Mubar Dilatih Manajemen Proyek

MUBAR, TEKAPE.co – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muna Barat (Mubar) bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar bimbingan teknis manajemen proyek bidang jalan.

Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas PUPR Mubar Ir Karimin ini diikuti Puluhan PNS dan tenaga dinas harian dari instansi setempat, diberikan pelatihan tentang kerja terampil konstruksi, di salah satu hotel di Kota Raha, Jumat 13 September 2019.

Pembukaan pelatihan ini dihadiri Kepala Dinas PUPR Mubar, Kabid Cipta Karya Bahar Budiman, Pengurus LPJK Sultra Halim ST MT, dan Bapel LPJK Sultra Drs Abdul Tahak dan narasumber Dr H Muhamad Tahir Asikin ST MT, dan Sunaryo ST MSi.

Kepala Dinas PUPR Mubar, Ir Karimin, melalui Kepala Bidang Cipta Karya Bahar Budiman menjelaskan, pelatihan ini bagian merupakan dari penerapan amanah undang-undang nomor 2 tahun 2017 tentang jasa kontruksi, bahwa semua pelaku jasa kontruksi baik penyedia dan pengguna wajib memiliki sertifikat uji kompetensi dibidang jasa kontruksi.

Juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku jasa konstruksi megetahui proyek dari awal sampai akhir pekerjaan serta diberikan informasi spesifikasi bidang bina marga tahun 2018.

“Mereka ini semua adalah pengawas dan PPTK dibidang jalan, jadi melalui kegiatan ini dapat mengaplikasikan apa yang mereka dapat pada saat kegiatan,” ujar Budi.

Peserta juga telah memegang sertifikat pengawas jalan namun pelatihan kali ini untuk mengingatkan kembali seperti pengetahuan.

Ia selaku KPA bidang jasa kontruksi Dinas PUPR Mubar berharap, dengan kegiatan ini bisa memiliki pemahaman yang sama dalam bidang kontruksi khususnya jalan dan jembatan.

Di tempat yang sama, pemateri Dr H Muhamad Tahir Asikin, mengungkapkan, materi yang diberikan adalah manajemen proyek, proses manajerial mulai dari tahap persiapan, perencanaan hingga tahap pelaksanan.

“Peserta dituntut untuk memahami tugas dan tanggung jawab sebagai instansi teknis, terkadang mereka tidak memahami tugas-tugas itu, sehingga dimantapkan lagi,” kata Tahir.

Ia menekankan mulai dari awal pekerjaan, tahap perencanaan hingga dimulainya pekerjaan peserta sudah mengetahui tugas dan tanggung jawabnya,” tutupnya. (Jaya)

Komentar

Berita Terkait