oleh

PMII Palopo Sayangkan Sikap Kepolisian Dalam Menyelesaikan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

PALOPO, TEKAPE.co – Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Palopo Muhammad Rafli Setiawan menyayangkan sikap pihak kepolisian atas tidak profesional menyelesaikan dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum mahasiswa Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo.

Menurutnya, kasus dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh mahasiswa Unanda harus segera ditindaki dengan cepat. Olah perkara secepat mungkin perlu dilakukan oleh kepolisian karena sampai hari ini belum ada perkembangan dari kepolisian terkait kasus tersebut.

“Saya sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh kepolisian, lantaran terkesan lamban memproses kasus tersebut. Oleh karenanya, harus ada keterbukaan kepada publik agar korban kekerasan seksual tidak mengalami trauma dan depresi pasca peristiwa tersebut”, kata Rafli, Sabtu 13 November 2021.

BACA JUGA:
Kasus Kekerasan Seksual Mahasiswi Unanda, Kasat Reskrim: Tidak Ditemukan Bukti Pemerkosaan

Untuk itu, kepolisian tidak boleh bermain-main terhadap kasus tersebut. Mengingat ini menyangkut masa depan korban.

Kampus harus tetap menjaga marwahnya sebagai institusi pendidikan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dan sudah sepatutnya, kampus memberikan perlindungan, rasa aman, dan kepedulian besar kepada mahasiswa atau mahasiswinya jika mengalami situasi yang sulit, seperti yang terjadi di kampus Unanda Palopo,” tegasnya. (mp)