PKL dan Mobil Boks Ditertibkan dari Veteran Utara Makassar, Jalan Kini Lega
MAKASSAR, TEKAPE.co – Pemerintah Kota Makassar menertibkan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan pasar tumpah yang menggunakan fasilitas umum di kawasan Jalan Veteran Utara, Minggu (24/5/2026) dini hari.
Penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar dan mengurai kemacetan di sekitar Pasar Kubis.
Operasi penertiban berlangsung dengan melibatkan tim gabungan dari pemerintah kota, TNI-Polri, Satpol PP, PD Pasar, pihak kecamatan, kelurahan, hingga Kesbangpol.
BACA JUGA: Banjir Setinggi Leher Rendam Luwu Utara, Pemda Harap Bantuan Provinsi-Pusat
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, mengatakan proses penataan berjalan aman tanpa adanya konflik antara petugas dan pedagang.
“Alhamdulillah penataan berjalan kondusif. Tidak ada gesekan karena semua dilakukan secara kolektif dengan mengedepankan komunikasi dan menjaga ketertiban serta keamanan warga,” ujar Ali Gauli Arief.
Petugas membersihkan badan jalan dan trotoar yang selama ini dipenuhi aktivitas bongkar muat dan lapak pedagang sayur mayur di sekitar Pasar Kubis.
BACA JUGA: Taman Andalan di Sa’dan Belum Rampung, Proyek Rp3,9 Miliar Diperpanjang Ketiga Kali
Sebanyak 308 pedagang bersama armada mobil boks logistik dipindahkan ke lokasi baru di Terminal Mallengkeri, Kecamatan Tamalate.
Pemerintah kota juga menyiapkan petak dagang gratis agar aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan.
Berdasarkan data pendataan, jumlah pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan Pasar Kalimbu mencapai 359 orang.
Rinciannya, 68 pedagang berada di Jalan Kubis, 84 pedagang di Jalan Mentimun, dan 85 pedagang di Jalan Bayam.
Selain itu, terdapat 35 pedagang di Lorong 101, 23 pedagang di Lorong 99, serta 42 pedagang di Lorong 97 dan sejumlah titik lainnya di kawasan pasar.
Selama bertahun-tahun, aktivitas pasar tumpah dan kendaraan mobil boks yang parkir di badan jalan disebut menjadi penyebab kemacetan parah di Jalan Veteran Utara.
Kondisi tersebut bahkan disebut telah berlangsung lebih dari dua dekade.
Penertiban juga menyasar pembongkaran lapak PKL yang menutupi akses jalan utama, termasuk pembersihan di Lorong 98 untuk membuka kembali akses jalan dan trotoar bagi pejalan kaki.
Sejumlah warga sekitar mengaku mendukung langkah pemerintah kota karena aktivitas pasar tumpah selama ini dianggap mengganggu kebersihan lingkungan dan kenyamanan permukiman.
Ali Gauli berharap para pedagang tetap menempati lokasi relokasi baru di Terminal Mallengkeri agar penataan kawasan bisa berjalan permanen.
“Pembersihan lapak-lapak PKL yang menuju akses Jalan Veteran sudah dibongkar. Semua berjalan baik karena pedagang juga memahami tujuan penataan ini,” katanya. (*)






Tinggalkan Balasan