oleh

Petani Keluhkan Hasil Panen Padi Menurun, Begini Respon Kadis Pertanian Luwu Timur

LUTIM,TEKAPE.co– Made, petani di Desa Mulyasari, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulsawesi Selatan, mengeluhkan hasil panen padi mengalami penurunan drastis.

Made mengatakan, hama tikus dan keterlambatan penyaluran pupuk subsidi oleh kelompok tani kepada petani menjadi penyebabnya, pasalnya petani baru mendapatkan pupuk setelah padi mulai menguning.

“Tahun sebelumnya saya dapat 63 karung waktu panen, sekarang ini cuma 32 karung saja untuk luas 2 hektar” Kata Made.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian Luwu Timur, Amrullah Rasyid mengatakan, hasil penen padi yang kurang maksimal juga dipicu oleh petani yang tidak menghiraukan jadwal tanam yang telah diatur dalam pertemuan kelompok tani, termasuk perihal pengendalian tikus, mengingat Luwu Timur merupakan daerah endemik tikus.

“Petani sebagian besar tidak menanam sesuai jadwal yang ditetapkan melalui tudang sipulung. Pak Bupati sudah memberikan penekanan agar taati rekomendasi tudang sipulung. Taat pada jadwal tanamnya. Taat pada pemilihan benihnya. Taat pada gerakan pengendalian hamanya,” Kata Amrullah, Minggu 22/05/2022.

Selain itu, kata Amrullah, iklim juga menjadi pemicu hasil padi menurun drastis. Alhasil, padi yang dipanen petani hanyalah sisa serangan tikus.

“Tahun ini curah hujan debitnya tinggi sehingga perkembangbiakan dan serangan tikus pun terbilang tinggi. Berbagai upaya dilakukan bersama petani untuk mengendalikan tikus namun hasilnya seperti saat ini,” terangnya. (Rif)

Komentar

Berita Terkait