Perusahaan Energi Israel Bakal Masuk Luwu Utara, Bidik Geothermal 30 MW
MAKASSAR, TEKAPE.co – PT Ormat Geothermal Indonesia menyatakan kesiapan memulai eksplorasi panas bumi di Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Proyek ini diproyeksikan bernilai investasi sekitar Rp 1,5 triliun dengan potensi kapasitas pembangkit mencapai 30 megawatt.
Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Ormat Technologies, perusahaan energi panas bumi global yang berdiri pada 1965 di Yavne, Israel.
Investasi di Luwu Utara akan difokuskan pada pengembangan sumber energi terbarukan berbasis panas bumi (geothermal).
Berdasarkan studi awal pada 2024, tahap awal kegiatan akan dimulai dengan pengeboran tiga sumur kecil untuk menguji potensi sumber daya.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, proyek geothermal tersebut menjadi salah satu investasi besar yang masuk ke wilayah Luwu Raya.
“(Ada investasi) Geothermal di Luwu Utara dengan anggaran triliun, makanya kita akan perbaiki akses ke Seko,” kata Andi Sudirman, Minggu (22/2/2026).
Indonesia memiliki potensi panas bumi besar karena berada di jalur Cincin Api Pasifik. Energi panas bumi dikenal sebagai sumber energi terbarukan yang stabil sepanjang tahun dan tidak bergantung pada kondisi cuaca.
Emisi gas rumah kacanya juga relatif rendah dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil.
Kehadiran proyek geothermal di Luwu Utara menambah daftar potensi sumber daya alam di wilayah Luwu Raya.
Selama ini, kawasan tersebut dikenal dengan aktivitas pertambangan nikel di Luwu Timur yang dikelola PT Vale Indonesia serta tambang emas di Kabupaten Luwu oleh PT Masmindo Dwi Area.
Data realisasi investasi Sulawesi Selatan 2025 menunjukkan Luwu Timur dan Luwu masuk lima besar daerah dengan nilai investasi tertinggi.
Luwu Timur berada di peringkat kedua dengan nilai investasi Rp 4,2 triliun atau 21,53 persen dari total investasi Sulsel.
“Konsentrasinya kalau di Luwu Timur itu ya di sektor pertambangan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulsel, Asrul Sani, saat ditemui, Minggu (8/2/2026).
Sementara itu, nilai investasi di Kabupaten Luwu tercatat Rp 2,81 triliun atau 14,42 persen dari total investasi provinsi.
Jika digabungkan, dua daerah di Luwu Raya tersebut menyumbang sekitar Rp 7 triliun.
Dengan masuknya investasi panas bumi di Luwu Utara, sektor energi dan pertambangan di kawasan Luwu Raya dinilai semakin menguat.(*)





Tinggalkan Balasan