oleh

Pemkab Sinjai Perbaiki 17 Titik Ruas Jalan Tahun 2022 Ini, Sejumlah Masyarakat Merasa Diabaikan

SINJAI, TEKAPE.co – Program peningkatan infrastruktur jalan yang digiatkankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai untuk tahun anggaran 2022 akan direalisasikan sedikitnya 17 titik ruas jalan, yang tersebar di beberapa kecamatan berupa pengaspalan atau di hotmix, dengan anggaran Rp68,9 miliar.

Sumber anggaran menurut Penjabat Fungsional Tehnik Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Sinjai, Andi Adnan Najamuddin kepada media, Jumat (20/05/2022) lalu, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID) dan dana hibah infrastruktur dari Pemrov Sulsel.

Dia menambahkan, ruas jalan yang dipastikan bakal tersentuh aspal tahun ini kata dia, diantaranya dari DAK Ruas Bongki – Wae Pellae, Maccini – Lasiai, Buakang – Kaloling, Lancibung Lagora, Erabaru – Bua, Bikeru 1 – Coddong. Sedang DAK penugasan ruas Jampi – Lita litae, Puncak – Songing dan Cenrana – Sereng.

Untuk pengerjaan jalan bersumber dari DID seperti Dompili – Kaloling, Kassibuleng – Pattiroang, Jalan lingkar Taruncue, jalan lingkar kantor Bupati dan Macconggi – Caile. Sementara Hibah Pemprov Sulsel menyentuh, ruas jalan Lita litae – Jualampe, Lembang Gogoso-Laha laha serta Jatie – Bua.

Sejumlah Ruas Jalan Menunggu Perbaikan

Langkah Pemkab Sinjai melalui Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa yang bermaksud memprioritaskan peningakatn infrastruktur jalan sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat Sinjai, menurut Ketua Umum LSM “Bersatu” Kabupaten Sinjai, Minggu (22/05/2022), patut diapresisasi oleh semua pihak.

Namun sayangnya, ujar Nurzaman Razaq, sejumlah infrastruktur jalan yang terkesan luput dari perhatian pemerintah daerah untuk turut memperoleh perbaikan.

”Sebut saja ruas jalan menuju Kantor Desa Bonto, Kecamatan Sinjai Tengah sekira 5 km, puluhan tahun mengalami kerusakan parah,” ungkap Nurzaman Razaq.

Demikian juga akses jalan di Dusun Sattulu menuju Kantor Desa Pattongko sekira 7 km mengalami kerusakan parah.

Nurzaman Razaq menambahkan, begitu pula ruas jalan di Dusun Caboro, Desa Palae, menuju Desa Aska, Kecamatan Sinjai Selatan, hingga kini mengalami kerusakan, licin dan berlumut.
Kondisi itu butuh perhatian dari pemerintah daerah, dimana menurut warga setempat kondisi jalan yang menghubungkan dua desa itu,

Sementara salah seorang tokoh masyarakat di Palae Ette mengatakan, jalananya memang tidak pernah dapat perhatikan oleh pemerintah daerah saat musim penghujan seperti ini kondisi jalan licin dan berlumut.

Ruas jalan tersebut dengan kondisi jalan yang menghubungkan Dusun Serre dan desa Aska kecamatan Sinjai Selatan tersebut membuat pengguna jalan terganggu.

Bahkan kendaraan yang melintas harus hati-hati, terutama kendaraan roda dua sudah banyak memakan korban, terpleset hingga terjatuh

“Kalau memang menurut pemerintah daerah dengan diaspalnya sejumlah jalan yang menghubungkan antar desa agar pengangkutan hasil pertanian, peternakan hingga perkebunan berjalan lancer, memperpendek jarak tempuh warga hingga menekan biata distribusi, lantas bagaimana sejumlah jalan yang luput dari perhatian pemerintah daerah,” tandas Nurzaman Razaq.

Padahal, tambahnya, pada setiap pelaksanaan Musrembang di tingkat desa dan kecamatan diusulkan oleh warga dan kepala desanya, namun tidak terimput pada pelaksanaan Musrembang tingkat kabupaten.

Meski diketahui pula, untuk jalan lainnya yang belum tersentuh perbaikan pemerintah, menurut Bupati Sinjai akan terus berupaya di tahun yang akan datang, jelas Nurzaman Razaq, akan menjadi sebuah harapan yang semu, mengingat tahun depan periode kepemimpinan daerah akan berakhir. (rasyid)