Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Pemkab Morowali Bentuk FORWALI, Perkuat Sinergi Pemerintah, Industri, dan Masyarakat

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Morowali, Tahir, memaparkan pembentukan Forum Sinergi Morowali (FORWALI) dalam kegiatan Kick-Off Meeting di Kantor Bupati Morowali, Kamis (9/7/2026). FORWALI disiapkan sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat koordinasi dan mencegah potensi konflik sosial di daerah. (ist)

MOROWALI, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Morowali mulai mempersiapkan pembentukan Forum Sinergi Morowali (FORWALI) sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengantisipasi berbagai persoalan sosial di daerah.

Inisiatif tersebut diperkenalkan dalam Kick-Off Meeting pembentukan FORWALI yang dirangkaikan dengan pembahasan isu-isu prioritas di bidang sosial, lingkungan, ketenagakerjaan, dan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) di Kantor Bupati Morowali, Kamis (9/7/2026).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Morowali, Tahir, mengatakan forum tersebut dirancang sebagai ruang komunikasi dan koordinasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri, aparat keamanan, organisasi pekerja, lembaga swadaya masyarakat, hingga unsur masyarakat lainnya.

“Forum ini merupakan proyek perubahan yang menjangkau hingga tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa. Semua unsur dilibatkan agar setiap persoalan dapat diantisipasi sejak dini,” kata Tahir.

Menurut dia, pembentukan FORWALI merupakan bagian dari proyek perubahan yang disusun dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar. Melalui program tersebut, pemerintah daerah ingin menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung dalam tata kelola pemerintahan.

Tahir menilai, penanganan berbagai persoalan yang berkaitan dengan aktivitas investasi maupun kawasan industri di Morowali selama ini lebih banyak dilakukan setelah masalah muncul. Karena itu, FORWALI diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat langkah pencegahan melalui deteksi dini terhadap berbagai potensi persoalan.

“Selama ini kita lebih banyak mengobati daripada mencegah. Melalui FORWALI, pendekatan yang dibangun adalah preventif. Kita ingin mendeteksi dan merespons isu sejak dini sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, forum tersebut nantinya akan memiliki mekanisme kerja yang terstruktur, termasuk penyediaan saluran pengaduan bagi masyarakat, pemerintah, maupun perusahaan. Setiap laporan yang masuk akan diproses sesuai mekanisme yang disepakati bersama dalam forum.

Selain menangani pengaduan, FORWALI juga direncanakan menggelar dialog lintas sektor secara berkala dengan membahas berbagai isu aktual yang berkembang di masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antar pemangku kepentingan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan secara kolaboratif.

Dalam pertemuan perdana itu, pemerintah daerah juga meminta masukan dari seluruh peserta terkait rancangan Surat Keputusan (SK) pembentukan FORWALI, termasuk struktur organisasi, fungsi, dan pembagian peran masing-masing unsur yang akan terlibat.

“Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar forum ini benar-benar menjadi solusi bersama dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tutur Tahir.

Kick-off meeting tersebut menjadi tahapan awal pembentukan FORWALI yang ditargetkan menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Morowali. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini