oleh

OPINI: Menakar Peran Ibu di Masa Pandemi

Oleh: Ummi Maksum M
(Dosen di Palopo)

“Murid Belajar di Rumah: Stres Orang Tua dan Kendala lainnya.”

Demikianlah judul sebuah Headline berita di media Republika, yang menggambarkan ketidaksiapan kaum ibu dalam menyiapkan bahan pembelajaran atau bahkan hanya sekedar mendampingi anak dalam menjalankan proses belajar yang telah diatur oleh para guru.

Menilik sedikit, kebijakan belajar di rumah dilakukan selama masa physical/social distancing guna memutus rantai penyebaran wabah covid-19.

Alih-alih menghindari satu masalah, malah timbul masalah baru lainnya. Fenomena ini sebenarnya sangat mudah diprediksi akan terjadi.

Bagaimana tidak, melihat situasi ekonomi kian hari kian memberatkan karena berada dalam atmosfer kapitalisme menyebabkan peran ibu mulai bergeser yang sejatinya sebagai seorang pendidik generasi menjadi aktor dalam upaya pemberdayaan ekonomi. Ditambah lagi dengan adanya isu kesetaraan gender.

Kaum ibu, kini lebih banyak yang berusaha dan menguasai bagaimana cara menghasilkan pundi-pundi ekonomi dan meniti karir di luar rumah demi mengejar status agar dikatakan setara dengan kaum pria daripada mendidik anak-anak mereka menjadi generasi yang unggul.

Maka bukanlah sebuah hal yang aneh jika timbul berbagai masalah dalam proses pendidikan di rumah sebagaimana yang terjadi saat ini.

Kiranya fenomena ini menjadi pelajaran bagi kaum ibu dan seluruh pihak. Merenungkan sejenak akar permasalahan fenomena ini hingga menyadari kembali perannya yang mulia sebagai seorang pendidik generasi.

Masa depan sebuah bangsa dapat dilihat dari generasinya. Generasi yang unggul lahir dari pendidikan rumah, sekolah, masyarakat hingga Negara yang Unggul juga.

Jika berbicara tentang pendidikan rumah maka sudah pasti peran orang tua terutama kaum ibulah yang paling besar.

Hal ini sejatinya sangat mudah dilakukan jika kaum ibu khususnya dan seluruh masyarakat umumnya dihidupkan dalam atmosfer sistem pemerintahan islam secara komperhensif.

Dimana dengan aturan islam, semua pihak ditempatkan pada perannya masing-masing sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta Yang Maha Kuasa.

Menghadapi fakta ketiadaan sistem islam yang komprehensif saat ini, patut bagi seluruh pihak berusaha dan berdoa demi tegaknya kembali aturan Islam secara kaffah dalam sebuah institusi Daulah Khilafah ‘ala minhajinnubuwah.

Sebuah langkah yang dapat dilakukan demi mengatasi permasalahan belajar di rumah, hendaknya kaum ibu menjadikan masa physical/social distancing sebagai sarana mendekatkan diri pada keluarga dan menanamkan nilai-nilai utama untuk pembentukan kepribadian islam generasi. Wallahu a’lam bishshawab. (*)

Komentar

Berita Terkait