oleh

Mulai 21 Maret, Pesawat ATR Rutin 2 Kali Sepekan di Bandara Morowali

Mulai 27 Maret, Pesawat ATR Rutin 2 Kali Sepekan di Bandara Morowali

MOROWALI, TEKAPE.co – Bagi yang ingin ke Morowali, kini tak repot lagi harus menempuh perjalanan puluhan jam lewat jalur darat. Sebab, Selasa 21 Maret 2017 nanti (ralat, bukan tanggal 27 Maret), pesawat ATR 42-500 sudah terbang perdana.

Rencananya, pesawat tersebut akan rutin dua kali dalam sepekan. Sesuai jadwal, ujicoba terbang perdana itu akan dibuka rute Morowali-Makassar, 21 Maret 2017 nanti.

Bandara Maleo akan mengoperasikan pesawat jenis ATR 42-500 dari Bandara Maleo Morowali, menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Pesawat jenis ATR 42-500 berkapasits 45 kursi, dengan durasi jarak tempuh Morowali-Makassar hanya satu jam 15 menit.

Penerbangan perdana 21 Maret nanti, merupakan rangkaian ujicoba selama tiga bulan dengan frekuensi penerbangan dua kali sepekan, yaitu hari Selasa dan Kamis.

Jadwal penerbangannya dari Makassar pukul 09.10 Wita dan dari Morowali pukul 12.00 Wita.

Setelah ujicoba tahap pertama sukses dua kali sepekan, rencananya akan dilakukan penerbangan reguler rute Morowali-Makassar setiap hari, sekitar Mei 2017 mendatang.

Dioperasikannya Bandara Maleo adalah sebuah terobosan spektakuler dibuat oleh Bupati Morowali, H Anwar Hafid, tuk membuka akses ekonomi lewat sarana transportasi udara.

Saat menggelar rapat koordinasi dengan Perusda Morowali yang melakukan joint operasional dengan PT Trans Solusi Nusantara dan PT Ramadhan Utama Solusi, Bupati Morowali, H Anwar Hafid, mengemukakan, beroperasinya Bandara Maleo sebagai pintu gerbang terbukanya iklim investasi dari luar daerah ke Morowali.

“Daerah kita ini sangat strategis dan kaya akan potensi alam (SDA) yang sangat melimpah, sehingga melalui Bandara Maleo, diharapkan iklim investasi di Morowali semakin sejuk,” tegas Anwar Hafid.

Pesawat ATR 42-500 yang akan melayani rute penerbangan Morowali-Makassar dan Makassar-Morowali didesain untuk bandara yang punya landasan pacu sekitar 1.100 meter seperti yang dimiliki Bandara Maleo.

Pesawat ATR 42-500 juga mampu mengangkut beban seberat 18,6 ton. “Semoga dibukanya operasional Bandara Maleo bisa menjadi pintu gerbang untuk kemajuan Morowali dan daerah-daerah sekitarnya khususnya di bidang ekonomi dan investasi,” pungkas Anwar. (fud)

Komentar