Mengupas Larangan Ihram bagi Laki-laki dalam Islam: Menjaga Kesucian Ritual Ibadah

Religi136,000

TEKAPE.co – Dalam perjalanan spiritual menuju Baitullah, setiap Muslim yang menunaikan ibadah haji ataupun umrah diharuskan untuk memasuki kondisi ihram.

Ihram merupakan keadaan suci yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya, termasuk dengan mematuhi larangan-larangan tertentu selama dalam keadaan ihram.

Dalam Islam, terdapat sejumlah larangan khusus bagi laki-laki yang sedang berihram. Artikel ini akan mengupas secara mendalam larangan ihram bagi laki laki, beserta hikmah di baliknya.

Mengenal Batasan Ihram bagi Laki-laki

Ihram merupakan kondisi suci yang harus dimasuki oleh setiap Muslim yang hendak melaksanakan ibadah haji ataupun umrah.

Dalam keadaan ihram, seorang Muslim diharuskan untuk meninggalkan segala aktivitas duniawi dan sepenuhnya mengkhususkan diri untuk beribadah kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, terdapat sejumlah larangan yang harus dipatuhi selama dalam keadaan ihram, terutama bagi laki-laki.

Berikut adalah larangan-larangan ihram bagi laki-laki dalam Islam:

1. Menutup kepala

Seorang laki-laki yang sedang berihram dilarang untuk menutup kepalanya dengan apapun, baik itu penutup kepala seperti topi, kupluk, ataupun sekadar mengikat kepala dengan kain.

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang yang berihram memakai baju berjahit, serban, celana, dan jubah yang menyentuh kepalanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Memakai pakaian yang dijahit

Laki-laki yang sedang berihram dilarang untuk memakai pakaian yang dijahit, seperti kemeja, celana panjang, atau jubah.

Pakaian yang diperbolehkan hanyalah pakaian yang tidak dijahit, seperti sarung atau kain yang dililitkan pada tubuh.

3. Memakai wewangian

Bagi laki-laki yang sedang berihram, dilarang untuk memakai wewangian dalam bentuk apapun, baik itu parfum, minyak wangi, ataupun dupa. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berihram, maka janganlah dia memakai pakaian yang terkena minyak wangi atau memakai minyak wangi itu sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Memotong kuku

Selama dalam keadaan ihram, laki-laki dilarang untuk memotong kuku, baik itu kuku jari tangan maupun kuku jari kaki. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang berihram tidak boleh memotong kuku, mencukur rambut, dan mencabut bulu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Mencukur atau memotong rambut

Sama halnya dengan larangan memotong kuku, seorang laki-laki yang sedang berihram juga dilarang untuk mencukur atau memotong rambutnya, baik itu rambut kepala maupun rambut lainnya.

6. Berburu atau membunuh binatang

Dalam keadaan ihram, laki-laki dilarang untuk berburu atau membunuh binatang, kecuali jika binatang tersebut membahayakan. Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh binatang buruan sedang kamu dalam keadaan ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka wajib menggantinya dengan hewan ternak yang sepadan.” (QS. Al-Maidah: 95)

7. Melakukan hubungan suami-istri

Selama dalam keadaan ihram, laki-laki dilarang untuk melakukan hubungan suami-istri dengan istrinya. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang berihram tidak boleh menikahi, tidak boleh melamar, dan tidak boleh mengawini.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hikmah di Balik Larangan Ihram bagi Laki-laki

Setiap larangan yang ditetapkan dalam Islam pasti memiliki hikmah dan kebijaksanaan yang mendalam.

Begitu pula dengan larangan-larangan ihram bagi laki-laki yang bertujuan untuk menjaga kesucian dan kekhusyukan dalam beribadah kepada Allah SWT.

1. Menjaga Kesucian Spiritual

Larangan-larangan ihram seperti menutup kepala, memakai pakaian yang dijahit, dan memakai wewangian bertujuan untuk menjaga kesucian spiritual seorang laki-laki yang sedang berihram.

Dengan meninggalkan hal-hal duniawi tersebut, seorang Muslim dapat sepenuhnya mengkhususkan diri untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Menumbuhkan Rasa Rendah Hati

Larangan-larangan ihram juga mengajarkan rasa rendah hati kepada seorang laki-laki. Dengan meninggalkan pakaian yang mewah dan wewangian, seorang Muslim diingatkan bahwa di hadapan Allah SWT, manusia tidak memiliki apa-apa selain ketaatan dan kepatuhan.

3. Menjaga Kekhusyukan Ibadah

Larangan-larangan ihram seperti memotong kuku, mencukur rambut, dan berburu binatang bertujuan untuk menjaga kekhusyukan dalam beribadah.

Dengan meninggalkan aktivitas-aktivitas tersebut, seorang Muslim dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada ibadah haji atau umrah yang sedang dilakukannya.

4. Menjaga Kehormatan Suami-Istri

Larangan melakukan hubungan suami-istri selama dalam keadaan ihram bertujuan untuk menjaga kehormatan dan kesucian hubungan suami-istri. Dengan meninggalkan hubungan tersebut sementara waktu, seorang Muslim dapat sepenuhnya mengkhususkan diri untuk beribadah kepada Allah SWT.

Dengan memahami larangan-larangan ihram bagi laki-laki serta hikmah di baliknya, setiap Muslim diharapkan dapat melaksanakan ibadah haji atau umrah dengan penuh khusyuk dan kesungguhan. Dengan mematuhi larangan-larangan tersebut, seorang Muslim tidak hanya menjaga kesucian ritual ibadahnya, tetapi juga melatih diri untuk menjadi hamba Allah yang senantiasa taat dan rendah hati. (*/dirman)

Komentar