oleh

LSM Pematank Soroti Dugaan Lambannya Pelayanan Puskesmas Fajar Mulia

PRINGSEWU,TEKAPE.co – Peristiwa meninggalnya YL (53) warga Pekon Fajar Mulia Kecamatan Pagelaran Utara akibat diduga terkonfirmasi Covid-19 membuat heboh jejaring sosial hingga menui pertanyaan, kritik dan saran dari berbagai netizen pasalnya, dugaan lambannya pelayanan puskesmas tersebut diduga jadi penyebab meninggalnya YL.

Tidak hanya itu, adanya dugaan kesalahan data yang diduga dilakukan oleh pihak puskesmas setempat yang mengklaim bahwa YL terkonfirmasi Covid-19 menimbulkan pro dan kontra dimasyarakat.

Selain itu, pernyataan sikap yang dilontarkan oleh salah seorang petugas medis di Puskesmas tersebut bernama Erwin, yang mengatakan bahwa hubungan  antara pihak puskesmas dan pihak rumah sakit umum Pringsewu  kurang harmonis membuat berbagai kalangan menjadi tercengang.

Mencermati pemberitaan di media sosial, elmen kontrol sosial Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Pematank) melalui pesan singkat via WhatsApp kepada wartawan ini, Selasa (20/7/21) menyampaikan prihatin atas peristiwa yang menimpa almarhum YL.

Pada pesan singkatnya, ketua Dewan Pimpinan Pusat LSM Pematank Suadi Romli menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas Meninggalnya YL binti Buyung Putra semoga almarhumah mendapatkan ketenangan dan kedamaian di sisi Allah SWT, Amin, “tutur Suadi Romli.

Menurut Suadi Romli, terkait kejadian itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait.

Terkait dua surat rekomendasi puskesmas yaitu surat hasil pemeriksaan kesehatan berikut surat rujukan YL seperti yang ditulis pada media online, Suadi Romli mengatakan, itupun termasuk akan coba dipelajari oleh pihaknya.

” Semua dugaan tersebut nantinya coba kami pelajari langsung. Nanti kami coba turun ke lapangan untuk mencari kebenaran yang ada, termasuk berkordinasi dengan pihak terkait, “tulis Suadi Romli.

Berita sebelumnya, Ismail Buyung Putra (50) mengaku kecewa atas ketidak maksimalnya pelayanan di Puskesmas Pekon Fajar Mulia, kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu, Sabtu (17/7/21).

Kakak tertua dari almarhum berinisial YL yang meninggal diduga akibat terinfeksi Covid-19 kemarin itu, meminta agar dinas kesehatan untuk mengganti Kepala Unit Pelayanan Teknis (KA UPT) setempat karena dipandang puskesmas tersebut tidak bisa maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ismail menjelaskan, ada beberapa kejanggalan yang terjadi ketika adiknya meninggal, seperti penanganan yang sangat lamban dilakukan pihak puskesmas sehingga YL diduga meninggal dunia dirumahnya.

Terlebih lagi, lanjut Ismail, dirinya juga merasa kecewa terhadap bidan yang menangani adiknya saat itu yang seketika menyimpulkan bahwa Yuliana adiknya terinfeksi Covid-19 sehingga membuat para tetangga disekitar rumah YL enggan membantu menangani pasien untuk dilarikan ke rumah sakit saat itu.

” Gegara para bidan yang gembar gembor menyampaikan bahwa adik saya positif covid-19, membuat semua tentang menjadi enggan mendekat sehingga saat itu kami kesulitan untuk mengangkat tubuh adik saya untuk di rujuk ke rumah sakit, “ucap Ismail

Ismail membeberkan, dirinya merasa yakin bahwa saat penanganan yang dilakukan oleh para medis dimalam itu sangat lelet sehingga diyakini sebelum dilarikan ke rumah sakit kondisi YL sudah meninggal dunia di rumahnya.

” Saya yakin saat mau dibawa ke RS, adik saya sudah meninggal tetapi kok aneh, orang sudah meninggal mau dirujuk, “ungkap Ismail.

Atas peristiwa yang menimpa adiknya tersebut tidak terulang atau menimpa calon pasien yang lainnya, Ismail meminta kepada pihak terkait yaitu dinas kesehatan supaya mengganti Ka Puskesmas.

” Supaya hal ini tidak terulang atau menimpa calon pasien yang lainnya, saya meminta agar Kepala Puskesmas (KA UPT) supaya segera diganti dengan yang baru, “tukas Ismail.

Sementara itu Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Fajar Mulia melalui Erwin selaku pihak puskesmas ketika dikonfirmasi menepis dugaan tersebut. Diakuinya bahwa kekeliruan pada hasil Suef atas nama YL merupakan kesalahan mereka.

“Karna rekan kami baru pak ,kami ini Uda capek dan lelah bekerja kenapa harus disalahkan, “kata Erwin, Senin (19/7/21).

Dikatakan Erwin, bahwa surat rujukan yang ditujukan kepada rumah sakit Pringsewu ternyata ditolak oleh pihak rumah sakit tersebut.

” Untuk mengangkat YL ke mobil ambulance tidak ada orang akhirnya saya minta bantu pak lurah. Terkait surat rujukan dari kami ditolak oleh pihak Rumah sakit umum karna pasien Uda dinyatakan meninggal dunia pak, sehingga almarhum YL tanpa identitas (anonim), “kata Erwin.

Ketika disinggung terkait proses pemakaman YL Erwin menjelaskan bahwa itu urusan rumah sakit.

” Untuk masalah pemakaman yang lamban, mengingat itu bukan urusan kami itu urusan rumah sakit. Karna hari itu ada 7 orang yang meninggal sehingganya jadi lamban, apa lagi hubungan puskes fajar Mulia dengan rumah sakit umum lagi kurang harmonis ujarnya, “beber Erwin. (TIM )

Komentar