oleh

La Tinro La Tunrung Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Sidrap

SIDRAP, TEKAPE.co – Anggota Majelis Perwakilan Rakyat, Republik Indonesia, La Tinro La Tunrung, sosialisasikan 4 pilar kebangsaan di desa Bolu, Kabupaten Sidrap, Selasa 16 Juni 2020.

Meski masih dalam kondisi covid-19, sosialisasi ini digelar sesuai dengan protokol kesehatan.

Hadir sebagai pembicara, Ir H La Tinro La Tunrung menjelaskan, bahwa MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum.

“MPR merupakan Lembaga Permusyawaratan Rakyat yang berkedudukan sebagai Lembaga Negara. Salah satu tugas MPR RI adalah melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan seperti yang diamanahkan dalam UU No. 17 Tahun 2014,” jelasnya.

Mantan bupati Kabupaten Enrekang 2 Periode ini, menyampaikan betapa pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai dari 4 Pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Empat Pilar Kebangsaan ini wajib kita implementasikan dan terus digalakkan kepada semua kalangan, mulai dari tokoh masyarakat hingga generasi muda kita sebab empat pilar kebangsaan ini adalah cara strategis dalam membentuk character building masyarakat kita,” tambahnya.

Selain itu, politisi Partai Gerindra ini juga menjelaskan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini, juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR.

“Salah satu tujuan kegiatan sosialisasi empat pilar ini dilaksanakan yaitu untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kehadiran pemerintah dan diharapkan agar masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari, selain itu kita harus menjunjung tinggi toleransi.

Indonesia yang memiliki lebih dari 16.056 ribu pulau, 1.340 suku dan 742 bahasa, lanjut La Tinro La Tunrung, melanjutkan kita harus menjaga diri dari perpecahan, dengan cara menjaga toleransi antar agama, suku, dan ras serta lapang dada dalam menerima perbedaan. (*)

Komentar

Berita Terkait