oleh

Kuota BBM Pertalite Dikurangi, Warga Toraja Harus Antre Berjam-jam

RANTEPAO, TEKAPE.co – Sejak sebulan terakhir, para pengguna roda dua dan roda empat kesulitan mendapatkan BBM jenis pertalite, di sejumlah SPBU di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Mereka harus antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Hal itu mengakibatkan antrean panjang, berbuntut kemacetan mengular di jalan poros Trans Sulawesi, di Rantepao.

Dari pantauan wartawan, Minggu 31 Juli 2022, tampak kemacetan akibat antrean panjang. Kondisi itu sudah terjadi sejak sebulan terakhir.

Management SPBU PT Haji Yunus Kadir (HYK), Ical saat dikonfirmasi wartawan, via WhatsApp, menjelaskan antrean panjang ini akibat berkurangnya kuota di Toraja.

Ia menjelaskan, BBM jenis pertalite yang disuplai dari Pertamina Terminal BBM Parepare, ada pembatasan BBM alias pengurangan jatah.

“Jatah atau kuota biasanya 16 ton perhari. Kini hanya 8 ton perhari. Soal kenaikan harga BBM jenis pertalite dan adanya isu akan dihilangkan, kita belum dapat infonya,” ujarnya, Minggu (31/7/2022).

Terpisah, management SPBU Bua, Tius Lati juga menjelaskan hal yang sama.

“Kuota memang berkurang. Semua SPBU di Torut jatahnya dikurangi,” singkatnya.

Hal berbeda disampaikan oleh management SPBU Alang-alang, Yohan Tangkesalu, mengatakan banyak faktor, salah satunya pengiriman dari Pertamina Terminal BBM Parepare terkendala lantaran armada mobil tangkinya ada yang diservis.

“Pengiriman kami tersendat dari Parepare. Ada beberapa mobil tanki yang sementara diservis. Jadi hampir selalu masuk Toraja jam 9 malam. Sehingga baru dapat dijual pada keesokan harinya. Namun produk pertamax, pertamax turbo, dan dexlite selalu ada,” bebernya. (erlin)