oleh

Kalau di Majauleng Peserta USAID Disuruh Bayar, di Keera Malah Diberi Uang

Kalau di Majauleng Peserta USAID Disuruh Bayar, di Keera Malah Diberi Uang
Peserta pelatihan MBS USAID di Majauleng. 

WAJO, TEKAPE.co — Kalau pelatihan manajemen berbasis sekolah (MBS) yang digelar USAID prioritas di Kecamatan Majauleng dikabarkan peserta harus membayar Rp700 ribu per sekolah, berbeda halnya dengan pelatihan yang sama di Kecamatan Keera.

Di Keera, peserta malah diberikan biaya transport dan dijamin akomodasinya. Peserta diberi honor Rp100 ribu per hari yang digelar empat hari untuk modul pertama dan tiga hari untuk modul kedua.

Salah seorang kepsek, yang ditemui, mengatakan pihaknya juga pernah menjadi mitra USAID yang pernah ikut pelatihan selama 4 hari untuk modul pertama dan modul kedua selama 3 hari.

“Kami tujuh orang ikut di sekolah, tapi kami dikasi uang transport. Setiap hari mendapat sebesar Rp100.000 per orang, ditambah makan dijamin. Jadi kami di Keera  tidak ada namanya pembayaran untuk ikut pelatihan USAID,” kata salah seorang kepsek yang enggan dilansir namanya dengan alasan takut ada yang tersinggung karena menanggapi kejadian di Kecamatan Majauleng.

Sementara di Kecamatan Majauleng, panitia USAID disebutkan memungut biaya pelatihan USAID yang berlangsung di gedung SDN 170 Rumpia sebesar Rp700.000 per sekolah.

Salah seorang kepsek di Kecamatan Majauleng, yang juga enggan dilansir namanya, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini, mengakui adanya pungutan yang dilakukan oleh panitia penyelenggara USAID di Majauleng. Ia mengaku pembayaran itu diambil dari dana bos. (ambo tang)

Komentar