oleh

Kadisdik Lutra Resmikan Kelas Jauh di Seko, Dapati Guru Gendong Anak Saat Mengajar

SEKO, TEKAPE.co – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) kabupaten Luwu Utara, Drs Jasrum MSi, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Seko, Luwu Utara, Sulsel, mulai 27 – 29 Juli 2017.

Kunjungan itu didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Hasbullah SPd MPd, bersama Koordinasi Pengawas Sekolah Drs Burhanuddin MPd.

Untuk sampai ke Seko, salah satu kecamatan tertinggal di Luwu Utara, jika lewat darat, harus menempuh perjalanan cukup menantang.

Sebagian besar jalan menuju Seko baru berupa tanah dan berlumpur. Perjalanan harus ditempuh tiga malam, dengan jarak 132 kilometer dari Masamba, Ibu Kota Luwu Utara.

Sesampai di Seko, Kadisdik Lutra menemukan fenomena fenomena guru mengajar sambil menggendong anak, di SMPN 1 Seko, seperti yang sempat terekam di Kecamatan Rampi, salah satu kecamatan terpencil di Kabupaten Luwu Utara.

“Tujuan utama kunjungan ini dalam rangka operasionalisasi Kelas Jauh SMPN 1 Seko yang ada di Hoyane, Kecamatan Seko,” jelas Jasrum.

Ia menuturkan, gedung sekolah ini telah selesai dibangun sejak 2 tahun lalu, namun baru bisa operasional tahun ini karena keterbatasan tenaga pengajar.

“Namun beruntung, kebutuhan guru bisa dieliminir dengan program visioner Bupati Luwu Utara, Program Sarjana Mengajar, yang merekrut sarjana pendidikan yang mau ditempatkan di daerah 3T yang ada di Luwu Utara, sebanyak 50 orang, dan 1 orang diantaranya bertugas di SMPN 1 Seko,” jelasnya.

Jasrum menuturkan, dengan beroperasinya kelas jauh tersebut, maka mulai tahun ajaran baru ini, siswa yang tamat di SD Hoyane dan Pokkappang, tidak perlu datang ke sekolah induk yang berjarak sekitar 7 Km melintasi jalan terjal dan berbahaya.

Sebab sebelumnya, siswa dari Hoyane harus berjalan kaki ke sekolah sejak jam 05.00 pagi agar tidak terlambat tiba di sekolah.

Untuk mencapai sekolah tersebut, kepala Dinas bersama rombongan menempuh perjalanan darat dari Desa Eno di Seko Padang menuju Pokkappang di Seko Tengah.

Perjalanan ini ditempuh selama 5 jam dengan kendaraan bermotor. Jalan yang masih rusak parah disertai hujan sepanjang perjalanan membuat kesulitan bagi pengendara motor untuk memacu kendaraan karena jalan sangat licin.

Jasrum, selaku pimpinan rombongan mengendarai sendiri motor jenis KLX hingga di tujuan, meskipun sepanjang perjalanan beberapa kali jatuh akibat kondisi jalan yang rusak parah.

Tiba di tujuan, malam harinya kepala dinas dan rombongan bertatap muka dengan kepala sekolah dan guru yang berada di sekitar Seko Tengah, termasuk Sarjana Mengajar.

Pagi harinya, perjalanan dilanjutkan ke Hoyane untuk bertatap muka dengan kepala Desa dan segenap tokoh masyarakat sekaligus meresmikan kelas jauh SMPN 1 Seko di Hoyane.

Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa calon siswa disekolah tersebut ada yang berasal dari kabupaten tetangga, dari Mamuju Tengah di Sulawesi Barat, karena aksesnya lebih dekat ke Hoyane.

Dalam sambutannya, Drs Jasrum MSi meminta kepada kepala SMP agar mengadakan pertemuan dengan seluruh orang tua siswa untuk menjelaskan tujuan operasionalisasi kelas jauh dan tidak perlu lagi datang ke sekolah induk karena staf pengajar telah ada yang ditempatkan di sekolah tersebut. (jsm)

Perjalanan Kadisdik Lutra bersama rombongan ke Seko, salah satu wilayah terpencil di Luwu Utara.

Berita Terkait