oleh

Jangan Benci Hukuman Saat Sekolah, Ini Kenangan Penuh Arti Bagi Pegawai Disdik Lutra

Jangan Benci Hukuman Saat Sekolah, Ini Kenangan Penuh Arti Bagi Pegawai Disdik Lutra
Suharto SPd. 

MASAMBA, TEKAPE.co – Hukuman guru saat sekolah dulu selalu menjadi kenangan hingga besar. Bahkan, adakalanya setelah besar baru menyadari maksud dan manfaat dari hukuman tersebut.

Berikut cerita Suharto SPd, Kasi Kurikulum Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Luwu Utara, Jumat 9 Juni 2017.

“Jangan benci guru yang sering menghukum saat sekolah. Sebab merekalah yang akan selalu dikenang setelah besar. Berikut nama guru saya yang menghukum sekaligus menasehati kalau punya kesalahan,” ujarnya.

Saat sekolah di SDN 145 Laba :
Waktu itu sekolah kami kebanjiran. Di saat siswa lain sibuk membersihkan lumpur di dalam kelas, justru saya dan kawan-kawan menjadikan lumpur tersebut untuk bermain (tisorong-sorong/istilah kami pada saat itu).

Maka datanglah Pak Saenal, Wali Kelas 6 menghukum kami, dengan cara mecubit perut. Namun setelah itu beliau nasehati kalau hukuman itu yang akan membuat kami berubah.

SMP 1 Masamba :
Pada saat itu, saya dan teman pergi melihat penangkaran buaya di Radda. Sepulang dari sana, ternyata teman sudah belajar, tapi kami tetap masuk. Akhirnya kami dihukum Pak Timotius, guru geografi. Telinga kami dicubit, namun setelah itu beliau mengatkan kelak cubitan itu akan jadi emas buat kalian.

SMU 1 Masamba :
Kelas 1 saya sekolah di SMU 1 Masamba, bersama dengan teman dari Laba, jalan kaki dari SMP 1 Masamba sampai ke sekolah. Begitu tiba, ternyata upacara sudah dimulai. Kepsek Pak H Tamsi menghukum kami dengan menarik cambang, sambil menasehati kalau mauki jadi orang sukses, nak, haruski tepat waktu.

Sampai di kelas dihukum lagi sama wali kelas 1.5 Pak Rusdi Kandara, dengan berdiri depan kelas. Sebelum disuruh duduk, beliau sampikan kalau sekarang terbiasa kurang disiplin itu akan terbawa sampai besar.

SMU 1 Batui, Kabupaten Luwuk Banggai :
Pada saat itu, saya dan teman bolos sekolah. Kami pergi menonton road race di Kota Luwuk. Esok harinya, kami dihukum Pak Medal, dengan cara mengisi bak air di WC, sampai penuh setelah itu beliu mengatakan kalau tidak mau sekolah berhenti saja. Ingat pendidikan itu sangat penting untuk masa depanmu kelak.

Demikian serangkain cerita dari guru-guru yang sangat berarti bagi saya. Jangan sekedar menghukum siswa tapi nasehatilah mereka karena itu akan selalu dikenang apalgi kalau mereka sudah sukses. (jsm)

Komentar