oleh

Jadi Mokole Matano, Silsilah Harus Jelas dan Siap Terima Sumpah Leluhur

SOROWAKO, TEKAPE.co – Demi menjaga kesakralan adat, maka pengangkatan Mokole Wawa Inia Rahampu’u Matano berupaya benar-benar sesuai dengan tatanan adat yang berlaku secara turun temurun.

Diantara kriteria paling penting untuk menduduki kursi Mokole Matano adalah harus keturunan tokoh adat atau berdarah bangsawan Wawainia Rahampu’u Matano.

Sebab keturunan Wawainia Rahampu’u Matano merupakan induk adat Matano Rahampu’u, yang mempunyai 8 sub anak suku.

Hal itu disampaikan Makole Baebunta, yang juga Plt Mokole Wawainia Rahampu’u Matano, Andi Suriadi Topasolongi SE, dalam keterangan tertulisnya, yang diterima Senin 5 Oktober 2020.

“Pengangkatan Makole Wawainia Rahampu’u Matano kita berupaya benar-benar sesuai tatanan adat yang ada. Sebab kita tidak ingin adat ini dipermainkan dan dimanipulasi sesuai kepentingan kelompok tertentu,” tegas Andi Suriadi.

Andi Suriadi menegaskan, pihaknya akan tetap melakukan penjaringan secara profesional dan proporsional, yang berlandaskan silsilah serta beberapa kriteria yang harus dipenuhi.

“Setelah adanya Mokole Wawainia Rahampu’u Matano yang baru nanti, kita harap seluruh anak suku yang telanjur mengikuti tatanan adat yang sesat, agar tidak usah malu ikut bergabung di Wawainia Rahampu’u Matano,” ujarnya.

Ia mengatakan, setelah perbaikan tatanan adat ini selesai, maka pilar kedatuan, Kemacoaan Bawalipu dan Adat Pancai Pao akan kembali diam seperti semula. Sisa mengawal Kedatuan Luwu, demi kebaikan wija to Luwu dan Tana Luwu.

Andi Suriadi juga mengatakan, penobatan Makole Wawainia Rahampu’u Matano yang baru, akan dilakukan setelah covid-19 mereda dan Pemkab Lutim sudah membolehkan melakukan kegiatan kumpul-kumpul.

“Namun, pengangkatan Mokole akan dilakukan secepatnya. Setelah ada nama yang muncul, akan diverifikasi dan disoasilisikan kepada masyarakat adat Matano, sehingga sebelum penobatan, nama yang ditetapkan, lebih dulu akan diumumkan,” jelasnya.

Berikut kriteria yang bisa duduk jadi dewan adat:

  1. Silsilah jelas.
  2. Tidak pernah merusak adat dan mempelai baruggaE.
  3. Bukan anak bule atau lahir dari perselingkuhan.
  4. Bukan penghianat adat dan negara.
  5. Tidak pernah membunuh
  6. Siap melaksanan kegiatan adat DewataE.
  7. Ada arajang atau simbol anak adat.
  8. Siap menerima sumpah lelehur yang resikonya sampai 7 keturunan berdasarkan aturan molamoa.

Komentar

Berita Terkait