oleh

Ini Objek Wisata Andalan di Kabupaten Wajo

WAJO, TEKAPE.co – Dinas Pariwisata Kabupaten Wajo, tengah berupaya agar destinasi wisata di daerah tersebut lebih berkembang. Salah satu yang dilakukannya adalah mendorong wisata mandiri, yakni pengembangan objek wisata oleh masyarakat.

Kepala Pariwisata Kabupaten Wajo, Andi Darmawangsa, belum lama ini menjelaskan, pihaknya hanya bertugas untuk melakukan promosi wisata. Masyarakatlah yang didorong mengelola lokasi wisata.

“Sebenarnya, dalam SK bupati, ada 28 destinasi wisata yang diakui. Untuk mengembangkan itu, kami membentuk Pokdarwis, atau kelompok sadar wisata,” ujarnya.

Berikut objek wisata yang ada di Wajo, diantaranya:

Situs Tosora.

1. Situs Tosora
Situs ini terletak sekitar 16 km di sebelah timur Kota Sengkang, Wajo. Tepatnya di Desa Tosora Kecamatan Majauleng. Di situs ini terdapat banyak peninggalan bersejarah dan benda – benda arkeologi, seperti kuburan Raja – raja Wajo dan mesjid tua yang pertama kali dibangun pada tahun 1621M.

2. Masjid Besar Darussalam
Masjid ini belokasi di Kecamatan Belawa sekitar 50 km dari kota Sengkang. Mesjid ini ramai dikunjungi jemaah dari luar kabupaten dan kota terutama pada Bulan Suci Ramadan.

3. Budidaya Murbei dan Ulat Sutera
Budidaya ini terletak di Kecamatan Sabbangparu, yaitu 7 km dari kota Sengkang. Wisatawan dapat melihat tanaman murbei, ulat, kepompong, dan proses pemintalan dari kepompong menjadi benang.

4. Geddongnge
Situs Geddongnge (Gudang mesiu) adalah bangunan kuno yang ada di Desa Lagosi dan Langkanangnge Desa Simpursia, Kecamatan Pammana.

Konon Geddongnge merupakan gudang bersejarah, pada masa Arung Matoa La Salewangeng pada tahun 1718 masehi. Ada juga yang berpendapat Geddongnge merupakan tempat penyimpanan uang atau saat ini disebut Bank.

Geddongnge ini ditumbuhi pohon ire (aju ara, dalam bahasa bugis) yang berakar-akar sehingga kelihatan angker. Di dalam geddongnge terdapat jasad penguasa negeri Pammana, diantaranya Datu A Makkulawu, Datu A Mappanyompa, Datu Balla Bugisi, Datu Balla Tinggi, dan Petta Karaeng A Mappepoli.

5. Makam Puang Massora
Makam ini terletak di Kecamatan Maniangpajo Desa Sogi, sekitar 33 km dari kota Sengkang. Tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung karena mereka percaya bahwa areal pekuburan tersebut sangat disakralkan.

6. Kolam Renang Kalola
Wisata Kalola berada di tengah hutan yang masuk dalam kawasan Desa Kalola, Kecamatan Maniangpajo.
Bersebelahan langsung dengan Bendungan Kalola. Berjarak sekitar 35 Km dari Kota Sengkang, Ibu Kota Kabupaten Wajo.

7. Rumah Adat Atakkae
Rumah Adat Atakkae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, terletak sekitar 3 kilometer sebelah Timur Sengkang. Berjarak kurang lebih 200 kilometer sebelah utara kota Makassar.

Saoraja La Tenri Bali merupakan rumah adat terbesar di kawasan ini. Pasalnya rumah adat ini memiliki 101 tiang yang masing-masing satu tiang memiliki berat dua ton.

8. Saoraja Mallangga.
Situs sejarah ini terletak di pusat kota Sengkang Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo. Rumah ini dibangun pada tahun 1933 pada masa pemerintahan Agung Betteng Pola ke-27.

Di dalam Saoraja Mallangga terdapat beberapa benda pusaka yaitu Latea Kasih, Laula Balu, Cobok’e, dan Balubu.

9. Makam Pahlawan Nasional La Maddukulleng
Makam Pahlawan Nasional La Maddukkelleng arung Matoa Wajo ke – 31 memerintah tahun 1736 – 1754. Sebelumnya pernah menjadi Sultar Pasir di Kalimantan Timur tahun 1726 -1736.

Ayah dari Maddukkelleng adalah La Matesso Arung Paneki dan ibunya Ww Tenri Angka Daddukkelleng Arung Singkang, bersaudara dengan La Salewangeng To Tenri Ruwa Arung Matoa Wajo ke-30. La Maddukkelleng adalah Pahlawan Nasional yang dikukuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 6 November 1998.

10. Allangkanangnge
Allangkanangnge adalah tempat istana We Cudai Daeng Risompa Punnabolae Ri Latanete menupakan istri dari pada Sawerigading Opunna Ware’ yang melahirkan Lagaligo Topadammani Belolawangeng Wesau Cawa Lenne’ Pujie.

11. Perkampungan Sutera Pakanna
Terletak sekitar 3 kilometer dari kota Sengkang, tepatnya di Desa Pakanna Kecamatan Tanasitolo. Di lokasi ini, wisatawan bisa menyaksikan proses penenungan sutera khas Wajo. Mulai dari proses pewarnaan, penenungan, hingga menjadi kain sutera dengan berbagai motif dan corak.

12. Danau Tempe
Danau Tempe merupakan salah satu objek wisata unggulan di kabupaten Wajo, yang di dalamnya terdapat rumah yang mengapung di atas danau.

Perjalanan menuju lokasi ini sekitar 30 menit dari kota Sengkang, dengan menggunakan perahu tradisional ‘katinting.’ Danau ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Asia Tenggara dengan branding ‘Equador Asia.’ Setiap tahun ada festival Danau Tempe, yang dikemas dalam pesta adat ‘Maccera Tappareng.’ (tim-ambo tang)

Berita Terkait