Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Empat Mahasiswa UNCP Jadi Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kota Palopo

Empat mahasiswa UNCP dipercaya menjadi bagian dari petugas Sensus Ekonomi 2026 setelah sebelumnya menjalani Program Praktik Dunia Kerja (PDK) dan Praktik Kerja Lapang (PKL) di BPS Kota Palopo. (Dok: UNCP)

PALOPO, TEKAPE.co – Empat mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) resmi terlibat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) setelah dinyatakan lolos sebagai petugas lapangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palopo.

Keempat mahasiswa tersebut mengikuti kegiatan pencanangan dan pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Aula Ratona, Kantor Wali Kota Palopo, Jumat (12/6/2026).

Pelepasan petugas dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin, sebagai penanda dimulainya pelaksanaan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah Kota Palopo.

BACA JUGA: Nurafifah Aulia Zahra Harumkan UNCP, Raih Tiga Juara di Lomba Kreativitas Digital

Adapun mahasiswa UNCP yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Risda Nur Islami dan Muhammad Esan Alfurqan dari Program Studi Informatika, serta Hasni Hirman dan Muhammad Rito dari Program Studi Matematika.

Sebelum dipercaya menjadi petugas lapangan, keempat mahasiswa tersebut telah menjalani Program Praktik Dunia Kerja (PDK) dan Praktik Kerja Lapang (PKL) di BPS Kota Palopo.

Kepala BPS Kota Palopo, Ahmad Gunawan, mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Menurut dia, BPS secara berkala menyelenggarakan tiga sensus utama, yakni sensus penduduk, sensus pertanian, dan sensus ekonomi.

“Pada tahun ini kita akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang merupakan sensus ekonomi kelima di Indonesia. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, data yang dihasilkan dari sensus ekonomi akan menjadi sumber informasi strategis bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merancang berbagai program pengembangan dunia usaha.

Selain itu, data tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menyusun program pembinaan dan pelatihan yang lebih tepat sasaran bagi pelaku UMKM maupun sektor usaha lainnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin, menekankan pentingnya data yang akurat sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pemerintah.

“Kita tentu tidak dapat mengambil kebijakan yang strategis jika tidak didukung dengan basis data yang kuat di lapangan. Semoga tahapan pendataan yang dilakukan nantinya dapat menjadi acuan bagi kita semua dalam merumuskan langkah-langkah pembangunan ke depan, khususnya bagi jajaran Pemerintah Kota Palopo,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas sensus untuk selalu mengenakan atribut resmi selama menjalankan tugas di lapangan agar masyarakat merasa aman dan percaya saat proses pendataan berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini