Dugaan Pungli Mencuat di Publik, SPBU Lanipa Tak Layani Petani

Luwu674,000

LUWU,TEKAPE.co – Beberapa warga Bassiang Timur ditolak saat hendak melakukan pengisian jerigen untuk kebutuhan nelayan dan bertani, di SPBU Lanipa, Kecamatan Ponsel Kabupaten Luwu, meski telah menunjukkan surat barcode resmi dari pemerintah.

Hal itu membuat Dinas Perdagangan (Disdag) memberikan pengaduan ke pihak pertamina.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Rahman Mandaria, mengatakan akan bersurat ke pihak Pertamina dan tembusan ke BPH Migas tentang penolakan petani dan nelayan yang terjadi di SPBU Lanipa, Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu tersebut yang bernomor 74.919.27.

“Saya sudah telpon managernya dan memang sepertinya dia ngotot, sehingga kami akan melayangkan surat ke pihak pertamina dan kita tembuskan ke BPH Migas bahkan sampai ke pusat” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa 12 September 2023.

Penolakan oleh Manager SPBU Lanipa melayani warga ini, akibat pemberitaan terkait dugaan punglinya dimuat media.

“Tadi pagi, saya pergi mau ambil Pertalite di SPBU Lanipa tapi ditolak oleh petugasnya, biarpun ada surat, katanya managernya bilang sebelum wartawan yang bikin beritanya pergi minta maaf maka tidak ada nelayan dan petani dilayani meski menggunakan surat,”ungkap BJ salah satu warga Bassiang.

Menurutnya BJ, Manager SPBU Lanipa yang biasa disapa Abe, menegaskan kalau wartawan yang disebutkan, tidak pergi minta maaf atas pemberitaannya soal punglinya maka selamanya tidak akan melayani petani dan nelayan untuk mendapatkan BBM.

Sebelum adanya penolakan warga oleh petugas SPBU Lanipa, Jurnalis yang menulis berita pungli itu terlebih dahulu didatangi rumahnya oleh suruhan Abe dan melakukan pengancaman.

Setelah itu jurnalis bersangkutan mendatangi ruangan kerja Abe, untuk memastikan kembali pengancaman tersebut. Abe membenarkan ancamannya stop melayani petani maupun nelayan.

“Saya akan tolak warga yang akan datang biarpun bawa surat rekomendasi dari pemerintah,”ungkapnya dengan nada keras.

Ancaman itu dibuktikan Abe, dan benar menolak petani maupun nelayan yang hendak membeli pertalite serta tidak mengindahkan surat rekomendasi untuk petani serta nelayan di Bassiang dan Bassiang Timur. (*)

Komentar