oleh

Di Sidrap, La Tinro Ajak Implementasikan Empat Pilar Kebangsaan

SIDRAP, TEKAPE.co – Anggota MPR RI, Ir H La Tinro La Tunrung, didampingi tenaga ahlinya, Mansyur Hendrik, kembali hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Ajubissue Kecamatan Pituriawa Kebupaten Sidrap, (26/9/2020).

Sebelumnya, beberapa bulan lalu, Legislator Partai Gerindra tersebut juga membawakan materi yang sama di Kecamatan Piturise.

Kegitan 4 Pilar Kebangsaan tersebut dihadiri kurang lebih 150 peserta sosialisasi yang terdiri dari kelompok masyarakat dan dilakukan sebanyak 3 sesi dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, seperti menjaga jarak minimal 1 meter dan peserta di wajibkan menggunakan masker.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Ir H La Tinro La Tunrung menjelaskan, bahwa MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum.

“MPR merupakan Lembaga Permusyawaratan Rakyat yang berkedudukan sebagai Lembaga Negara. Salah satu tugas MPR RI adalah melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan seperti yang diamanahkan dalam UU. No. 17 Tahun 2014,” jelasnya.

Mantan Bupati Kabupaten Enrekang dua periode tersebut menyampaikan betapa pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai dari 4 Pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Empat Pilar Kebangsaan ini wajib kita implementasikan dan terus digalakkan kepada semua kalangan, mulai dari tokoh masyarakat hingga generasi muda kita sebab empat pilar kebangsaan ini adalah cara strategis dalam membentuk character building masyarakat kita,” ucapnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengatakan, bahwa sosialisasi empat pilar kebangsaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR.

“Salah satu tujuan kegiatan sosialisasi empat pilar ini dilaksanakan yaitu untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kehadiran pemerintah dan diharapkan agar masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, juga harus menjunjung tinggi toleransi, seperti diketahui, Indonesia memiliki lebih dari 16.056 ribu pulau, 1.340 suku dan 742 bahasa untuk kita harus menjaga diri dari perpecahan, dengan cara menjaga toleransi antar agama, suku, dan ras serta lapang dada dalam menerima perbedaan,” tutupnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut dipandu oleh Abdul Rahim dan dihadiri oleh Kepala Desa Ajubissue, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan para ketua kelompok tani. (*)

Komentar

Berita Terkait