oleh

Damaikan Dua Kelompok Bertikai, Uri-Batu Ucapkan Sumpah Adat di Hadapan Datu Luwu

PALOPO, TEKAPE.co — Konflik antar kelompok masyarakat di Kelurahan Mancani, Uri dan Batu, sudah puluhan tahun terjadi. Sudah berbagai cara ditempuh aparat keamanan dan pemerintah, namun hingga kini konflik itu masih sering kali pecah.

Melihat hal itu, Kedatuan Luwu, merasa terpanggil untuk membantu menyelesaikan konflik yang sudah turun temurun tersebut. Istana Kedatuan Luwu, yang dipimpin langsung Sri Paduka Datu Luwu Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, mempertemukan masyarakat Adat Uri Rongkong, dengan masyarakat adat Batu, Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Jumat 28 Oktober 2016, di Istana Kedatuan Luwu.

Di Istana Kedatuan Luwu, di hadapan Paduka Datu Luwu dan para pemangku adat, membicarakan secara kekeluargaan dan perdamaian kedua belah pihak. Perwakilan kedua pihak berkonflik itu mengucapkan sumpah adat, untuk menjaga kedamaian antara kedua pihak.

Turut hadir dalam pertemuan itu Camat Telluwanua Budiman, Wakapolres Palopo Kompol Woro Susilo, Kapolsek Telluwanua AKP Daud Sisang, Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Tana Luwu, dan para pemangku adat Kedatuan Luwu.

Sri Paduka Datu Luwu Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, Senin 31 Oktober, di Auditorium Saokotae, menuturkan, pertemuan tersebut sebagai upaya Kedatuan Luwu untuk mendamaikan mereka. 

“Setelah pertemuan itu, akan dibuatkan prasasti perdamaian di Mancani. Jadi setelah sumpah ada itu, jika ada salah satu yang memulai, maka sumpah yang mereka ucapkan, akan kembali menimpa mereka sendiri,” tandasnya. (del)

Komentar