oleh

Camat Sabbang: Banjir di Lutra Disebabkan Kerusakan Hutan

SABBANG, TEKAPE.co – Kabupaten Luwu Utara, belakangan ini selalu diterpa bencana banjir. Bahkan di beberapa titik, banjirnya tak pernah berhenti hingga lebih dari setahun.

Menurut Camat Sabbang, Nuralim SSTP, banjir yang menimpa Luwu Utara ini akibat rusaknya ekosistim hutan di Luwu Utara. Terjadi kerusakan hutan yang ada di hulu Sungai Rongkong, yang setiap tahunnya menjadi penyebab terjadinya musibah banjir.

“Setiap musim hujan, masyarakat selalu was-was, apalagi mereka yang rumahnya berada di pinggir sungai. Banjir ini sebenarnya terjadi karena dampak dari penebangan liar di hutan secara terus menerus. Sementara tidak ada penanaman pohon lagi,” ujarnya.

Secara teori, kata dia, akibat hutan yang gundul akan menyebabkan air hujan yang turun di hutan, menjadi tidak tertahan, dan langsung menerjang dataran rendah yang banyak dihuni.

Sedangkan pada musim kemarau, dampaknya tidak ada lagi ketersediaan air. Sebab air hujan tidak tertampung, sehingga menyebabkan tanah menjadi tandus dan manusia pun kesulitan memperoleh air.

“Musibah banjir yang sudah menjadi laten di Kecamatan Sabbang ini terjadi, memang akibat kerusakan alam. Tapi ini karena ulah manusia sendiri,” tutur Nuralim, Minggu 16 Juli 2017.

Camat Sabbang ini, juga mengatakan, kalau sudah begini, akan sukar sekali merehabilitasinya. Sebab perlu dana yang amat besar dan waktu lama untuk membenahinya.

Ia melihat kondisi rusaknya hutan dan lingkungan di Luwu Utara, khusus di hutan di Kecamatan Sabbang dan hulu Sungai Rongkong. Sebab di hulu, banyak dijadikan kebun masyarakat, sehingga tidak ada lagi resapan air.

“Dibutuhkan pemikiran dan tindakan nyata dari semua stakeholder untuk menyelamatkan hutan dan lingkungan, agar kita dan generasi mendatang bida terhindar dari bencana alam seperti banjir,” tandasnya. (jsm)

Berita Terkait