oleh

BPKP Sulsel Beber Strategi Pertahankan WTP di Palopo

BPKP Beber Strategi Pertahankan WTP di Palopo
Kepala BPKP Sulsel saat memberikan pemahaman ke para pejabat lingkup Pemkot Palopo. 

PALOPO, TEKAPE.co — Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPKP) Provinsi Sulawesi Selatan, Didik Krisdiyanto, membeberkan strategi agar opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK bisa dipertahankan.

Saat berkunjung ke Kota Palopo, bersama kepala Inspektorat Sulsel Andi HM Yusuf, untuk menghadiri acara pemutakhiran data tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat, di Aula Sakotae, Jumat 4 November, memberikan sejumlah pemahaman kepada segenap pejabat lingkup Pemkot Palopo.

Dalam pemaparannya, Didik menyebutkan, strategi mempertahankan opini adalah komitmen semua pihak. Seperti komitmen Kepala Daerah, DPRD, Sekretaris Daerah, Kepala SKPD, Inspektorat, dan komitmen seluruh pegawai di sebuah daerah. “Jadi untuk mempertahkan opini yang telah kita raih, kuncinya adalah komitmen,” tandasnya.

Ia juga menyebutkan, Pemkot ini ibarat satu batang tubuh, jika ada SKPD yang laporan keuangannya sakit, maka akan berdampak pada opini yang diraih.

Didik menyebutkan, tujuan dari sebuah Pemeriksaan Laporan Keuangan adalah untuk untuk mengetahui kewajaran tingkat informasi yang disajikan, kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), kecukupan pengungkapan, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan efektivitas pengendalian intern. Itulah kemudian yang akan disimpulkan dalam bentuk 
Opini atas Laporan Keuangan.

Ia juga menjelaskan ada sejumlah jenis opini, yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Tidak Wajar (TW), dan Tidak Memberikan Pendapat (TMP).

“Opini, ditentukan dua kondisi. Yakni pembatasan lingkup audit / kecukupan bukti, dan penyimpangan dari Standar Akuntansi Pemerintahan/ Salah Saji.

Mendapat WTP, jelas Didik, berarti seluruh Komponen LK telah lengkap disajikan, SPKN dipatuhi dalam penugasan pemeriksaan, bukti pemeriksaan yang cukup memadai telah terkumpul, dan LK yang disajikan telah sesuai dengan SAP.

Sementara untuk opini WDP, kriterianya jika bukti pemeriksaan yang memadai diperoleh dan disimpulkan salah saji yang terjadi material, namun tidak mempengaruhi kewajaran LK, bukti pemeriksaan yang memadai tidak diperoleh dan salah saji yang tidak terdeteksi material, namun tidak mempengaruhi kewajaran LK. (adv)

Komentar